Zara, Belajar mencintai Budaya di Oasis Restaurant

Siang ini saya menghabiskan waktu bersama Zara di Oasis Restaurant. Sebuah restaurant sarat sejarah dan budaya. Dibuka pada tahun 60an, resto berkonsep Fine Dinning ini telah menjamu ratusan tamu kenegaraan dan juga orang penting Indonesia dan Dunia. Pertama kemari adalah saat saya belum menikah yaitu tahun 2010. Dan yuhuu hari ini saya kembali kemari bersama anak saya, Zara yang berusia 3 tahun. (untuk melihat artikel saya saat datang di tahun 2010, klik disini)

Tak ada yang berubah pada restaurant ini. Tata letak bahkan ornament yang menghiasi restaurant. Kok bisa ya dalam 5 tahun masih tetap terjaga baik? Yuhuu jangankan 5 tahun, rata rata usia benda bahkan rumah ini sendiri tetap terjaga dengan baik sejak dibangun pada tahun 1930an.

oasis-raden-salen oasis-suasana oasis-cikini

Rahasianya? terletak pada pemeliharaan tentunya. Saat saya kesana saya melihat ada bagian kebersihan yang sedang membersihkan ornament ornament kayu, besi dan batu di dalam ruangan ini dengan sangat detail.

Pelayanan

Sangat ramah !!! Inilah kesan saya begitu masuk. Keramahan dimulai dari pak satpam di pintu depan yang sekaligus membukakan pintu depan untuk saya dengan senyuman.

Kemudian saat menunggu hidangan tiba, Cultural Liaison dari Oasis Pak James de Rave datang dengan segala keramahannya. Zara yang biasanya agak takut dengan Bule, kali ini langsung lengket, wooww. Pak James lucu sekali, ia tak hanya bercengkerama dengan Zara bahkan mencoba mendekatkan diri dengan cara ikut mengobrol dengan mainan patung princes yang dibawa Zara. Sebuah pelayanan yang sangat mewah buah saya.

oasis-zara oasis-james-de-rave oasis-taman

Tak hanya Pak James, tapi sang bartender yang sedang luang waktunya juga begitu ramah pada Zara (maklum, Oasis baru berdetak jantungnya diatas jam 5 sore. Jadi jika kita datang di siang hari, restaurant ini serasa jadi milik pribadi). Saat hendak pulang, Bartender bernama Tanu Wijaya ini mengajak Zara keliling Restaurant termasuk kolam ikan dibelakang. Dan woowww Zara juga langsung akrab dengan Pak Tanu ini. Pelayanan yang Luar Biasa sekali!!!

Aneka Benda di Oasis

Zara begitu antusias di dalam Oasis sini. Tak bosan ia menjelajah ke depan ke belakang memainkan aneka alat musik yang ada seperti Perangkat Gamelan dan juga Piano.

oasis-heritage oasis-zara-nugroho

Zara juga terus bertanya tentang benda benda unik yang terpajang disana, “Ini apa Ma? Ini apa Ma?” sambil menunjuk benda seperti telepon kuno, patung daerah, barong, alat masak dan macam sebagainya yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Bagi saya sendiri ini pengalaman yang sangat penting buat Zara. Ia dapat belajar untuk lebih mencintai Sejarah dan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Budaya. Semoga kelak Zara tumbuh menjadi seorang yang cinta akan budaya dan sejarah bangsa bangsa.

Rasa Masakan di Oasis

Soal rasa tentu tak perlu di ragukan !!! Chef disini tak hanya handal membuat menu harian mereka, seperti saya pernah mencoba Rijtafel nya. Semua sangat lezaattt.

oasis-high-tea oasis-klappertaart oasis-snack

Tapi lihatlah menu menu sesaat mereka yang saya nikmati saat High Tea di Oasis dengan tema Spices Island Twist High Tea Culinaire. Aneka jajanan dalam piring susun tersebut nyaris semuanya membuat saya jatuh cinta. Seperti apa rasa hidangan High Tea di Oasis??? Baca artikel saya lainnya yang berjudul “Tea Time di Restaurant Legendaris Jakarta, Oasis” atau klik disini.

oasis-teh-dilmah

Oya saat disini, Zara mencoba untuk meracik teh nya sendiri loh, untuk melihat videonya klik disini. Jangan lupa untuk subscribe channel video Youtube Zara, “Zara Cute” ya. Terima Kasih.

——————————————————————-
Oasis Heritage Restaurant
Jl. Raden Saleh No 47
Jakarta Pusat
Kode Pos 10330
Telp : 021 3150646
——————————————————————–

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/
Email : caturguna.ang@gmail.com