Wisata Seru Menyusuri Hutan Bakau di Jakarta

Siapa sangka jika di deretan perumahan mewah Pantai Indah Kapuk, terdapat HUTAN. Bukan hutan belantara dengan singa dan harimau pastinya hehehe, melainkan hutan bakau atau kerennya di sebut Mangrove. Meski hanya ‘tinggal’ 25 hektar saja, namun hutan bakau di Pantai Indah Kapuk ini memiliki peranan penting bagi kota Jakarta, yakni mencegah instruisi air laut ke daratan dan juga berperan dalam meredam bencana banjir. Karena satu gram lumpur mampu menyerap 3 gram air.

Saya tidak tau persis *belum sempet nanya nanya – apakaha Kawasan Suaka Margasatwa Angke dengan Taman WIsata Alam Angke Kapuk ini nyambung jadi satu kesatuan atau ngga. Yang jelas saya mampir ke dua tempat tersebut. Oke biar lebih aman, saya cerita dua dua nya ya. Yang pertama saya cerita dulu tentang Taman Suaka Margasatwa Angke – nya.

 

SUAKA MARGA SATWA MUARA ANGKE (SMMA)

Mengunjungi SMMA, akan memberikan pengalaman tersendiri bagi anda. Melihat bagaimana rangkaian sistem rantai makanan dan kehidupan berjalan, akan membuat kita tersadar, pentingnya untuk LEBIH MENCINTAI ALAM.Setidaknya, pulang dari sini, jakartaseru jadi berpikir ulang jika akan membuang sampah sembarangan hehehee.Kok bisa??? Ini cerita singkatnya dari Bapak Pemandu *yang juga aktifis Flora Fauna Indonesia, Suwandi.

Dulunya daerah Hutan Bakau ini sangat luas. Namun pembangunan yang menggurita, membuat kawasan ini kini hanya memiliki luas 25,02 hektar. Akibatnya, JAKARTA KEBANJIRAN!!! Ya fenomena Jakarta Tenggelam baru terjadi sekitar akhir tahun 90an awal 2000an, dimana saat itu pemerintah daerah sedang giat giatnya melakukan pembangunan. Hal ini diperparah dengan makin banyaknya orang yang hijrah ke Jakarta *dengan mental membuang sampah di sungai. Akibatnya sampah sampah pada nyangkut di perairan muara angke dan terus terbawa ke pulau pulau sekitarnya (kepulauan seribu). Hasilnya??? Banyak akar akar tanaman penyerap air, mati. Habitat pun rusak dan yang terjadi tak hanya hewan hewan mulai berpindah tempat dan sebagian punah, tapi juga lingkungan menjadi tidak sehat dan banjir pun semakin parah.

Tentunya Pak Suwandi tak hanya bercerita, melainkan saya dibawa berjalan menyusuri daerah sekitar (bahkan sampai menyeberang ke pulau rambut *artikel tentang pulau rambut klik sini). Saat menyusuri SMMA, saya bertemu beberapa ekor monyet ekor panjang. Di sebut sebut kera ini dapat membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan. Dimana saat mereka mengkonsumsi buah-buahan hutan, biji buah yang tak dapat dicerna akan dikeluarkan kembali bersama feses dan akhirnya akan menjadi benih tanaman yang baru.

Nah, kami juga beruntung karena bisa melihat beberapa spesies burung yang lucu lucu. Disini Pak Suwandi bercerita jika SMMA dihuni sekitar 91 spesies burung (28 spesies burung air dan 63 spesies burung hutan). Sebagian besar merupakan burung dilindungi, seperti Burung Sikatan Bakau (Cyornis rufigastra), Prenjak Jawa (Prinia familiaris), Cerek Jawa (Charadrius javanicus). Bahkan, SMMA menjadi habitat terakhir Bubut Jawa (Centropus nigrorufous), salah satu spesies terancam punah di dunia.  Burung terancam punah lainnya yang menghuni kawasan ini yaitu Bangau Bluwok (Mycteria cinerea). Di Pulau Jawa, bangau jenis ini diketahui hanya berkembangbiak di Pulau Rambut. Selain monyet dan burung, disini juga hidup aneka macam ular (tapi kita ngga ketemu – slamet hahahaa).

Oya, tapi Suaka Marga Satwa ini karena merupakan pusat konservasi, maka tidak semua orang bisa masuk sembarangan. Anda harus dapat izin dari BKSDA Jakarta di Salemba. Meski agak ribet, tapi tempat ini layak untuk dikunjungi sebagai bagian dari tujuan wisata anda jika ke Jakarta.

Nah, tapi kalau anda ngga ingin ribet persoalan izin, Pemerintah setempat memberikan alternatif lain yang juga ngga kalah menarik, yaitu TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK. Pintu masuknya ngga terlalu jauh, sekitar 1 atau 2 kiloan gitu. Luas taman ini di brosur ditulis 99.82 hektar. Nah inilah yang saya ngga tau, apakah 99,82 Ha ini adalah luas Taman WIsata-nya aja atau termasuk juga suaka marga satwa-nya itu. Hehehe tapi ngga usah dibahas lah ya, kan kita sedang ingin bicara soal wisata. Oke ini kisah saya lainnya di TWA ANgke Kapuk.

TAMAN WISATA ALAM (TWA) ANGKE KAPUK

Sampai di gerbang loket, saya turun dari mobil dan hendak memotret. Tiba tiba Si Bapak Loket menghampiri saya dan memberi brosur, “Bu, disini tidak diperkenankan melakukan foto foto. Jika ingin memotret, meski pun untuk dokumentasi pribadi, ada biaya 1 juta. Jika tidak membayar, silahkan kamera-nya ditinggal di mobil, jangan di bawa masuk ke dalam. Keterangan semua ada di Brosur, silahkan di baca”. Ouugghhh hehehee … SIAP NDAAANNNN!!!

Yaa .. pada brosur TAMAN WISATA ALAM (TWA) ANGKE KAPUK tertulis :

 

Foto Pra Wedding Rp. 1.ooo.ooo

Maksimum crew 7 orang (include calon pengantin)
Fasilitas semua lokasi outdoor TWA ANgke Kapuk
1 Unit Camping Ground untuk ruang ganti
 
 
Foto Pribadi Rp. 1.ooo.ooo
Maksimum 7 orang
Fasilitas semua lokasi outdoor TWA ANgke Kapun
Foto pribadi dengan menggunakan kamera dan model profesional diperhitungkan sebagai foto model
 
 
Foto Model Rp. 1.ooo.ooo
Maksimum crew 7 orang (include model)
Tambahan Crew Rp. 100.ooo
Fasilitas semua lokasi outdoor TWA ANgke Kapuk
 
 
Shooting Video Clip Rp. 4.ooo.ooo/hari
Shooting Sinetron Rp. 5.ooo.ooo/hari
Nah akhirnya saya pun motret motret – nya pakai handphone deh. Tapi karena matahari nya pas – jam 3an – waktu yang tepat buat foto, hasilnya biar pakai HP lumayan nih hehehee.
Oke lanjut cerita. Taman alam ini sebetulnya mirip dengan daerah konservasi-nya. Masih terdapat banyak tanaman bakau. Cuma bedanya disini lebih banyak daratan daripada daerah rawa rawa. Nah dibagian daratan sini, diberi beberapa fasilitas, seperti tempat camping, tempat api unggun, kantin, gubug kelinci, bahkan ada villa juga.
Villa-nya sebetulnya bagus – tapi mungkin karena saat jakartaseru kesana sedang dibersihkan, jadi tamannya tampak amburadul hehee… tapi bangunan villa – nya sih bagus, Villa villa ini bisa disewa umum, bahkan ada paket bulan madu nya juga. Harganya bervariasi, mulai dari Rp. 1.300.ooo sampai yang paling mahal Rp. 5.000.ooo/ malam.
 

Yang lucunya lagi, selain villa disini ada Rumah Tenda. Rumah Tendanya ini bentuknya lucu, seperti bangunan tapi hanya atapnya saja. Lalu lokasinya pun ada yang di darat ada yang di atas perairan dan begitu keluar dari rumah tendanya, langsung jembatan (lihat di foto – keren ya). Untuk menginap camping ini, biayanya Rp. 300.ooo / malam untuk 2 orang. Sedangkan untuk yang di atas perairan Rp. 500.ooo (tanpa AC) dan Rp. 600.ooo (dengan AC).

Pendapat saya pribadi – untuk kegiatan kantor atau sekolah, kayaknya seru banget. Meski mahal tapi memang tampak eksklusif. Tapi kalau untuk inep sendiri ngga pakai rombongan, gemeter juga ya hehehe … secara saya penakut lalu ngebayangin tidur di hutan tanpa tetangga hehehee … nguk nguuukkkk – kaga usah di dengerin pendapat ane yeeee
 
 
Bisa ngapain aja kalau ke Taman Wisata Alam ANgke Kapuk ???
Selain bisa nginep hehehe, disini juga bisa wisata air keliling hutan bakau sini. Sewa perahunya 150.ooo IDR – 200.ooo IDR / 6 orang / perahu. ATau bisa juga naik Kano dengan harga 50.ooo IDR/ 45 menit. Atau kita bisa juga turut memelihara alam dengan ikutan paket penanaman dan konservasi. Dan ada beberapa fasilitas outbond juga. Ups, bisa juga main sama kelinci ehehee, kalau yang ini fasilitas dari kantin (bayar tiketnya cuma 2.ooo rupiah – bayar di kantin).
Untuk kantinnya sendiri, jualannya sederhana, yaitu nasi goreng dan mie instan. Tapi dengan cuaca sejuk gini memang yang paling enak itu ya makan mie instan panas panas dan kopi panas heehe… ah yaa.. kantin ini juga jual beberapa macam buah segar organik dari pohon sendiri + cabeeee hehehe saya beli, seplastik gede itu cuma 10 ribu rupiah.
Oke .. sampai disini dulu pengalaman wisata – nya. Moga moga bermanfaat ya.
—————————————————————————————————
Nama Lokasi : Wisata Alam Mangrove – Taman wisata alam Angke Kapuk
                       Jakarta Mangrove Resort
Alamat : TWA Angke Kapuk, Pantai Indah Kapuk – Kapuk Muara – Jakarta Utara
Telp : 021 2903 3066
====================================================
 
Untuk izin ke Suaka Marga Satwa Angke :
 
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA)  DKI Jakarta
Jalan Salemba Raya No. 9 Jakarta Pusat 10440
Telp/Faks : 62-21-3158142
—————————————————————————————————

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/
Email : caturguna@wisataseru.com