Sop Buntut Cut Meutia – Sensasi Daging Pink yang Segar

Satu meter kali enam meter dengan pintu pintu terbuka pada tiap bangkunya. Inilah gambaran warung Sop Buntut SEMOGA atau tenar dengan nama Sop  Buntut Cut Meutia. Disebut sop buntut cut meutia karena lokasinya sangat dekat dengan masjid Cut Meutia. Jadi biar gampang, akhirnya nama Semoga pun bermutasi menjadi nama Cut Meutia. Inilah kira kira sekilas sejarah Namanya.

Kali ini entah merupakan kunjungan saya yang keberapa di Sop Buntut Cut Meutia, xixixi. Pasalnya dulu saat saya masih berkantor di MNC Plaza, lumayan sering kemari. Mulai dari datang dan makan atau datang dan pulang karena penuh banget males antri. Dan ketika 2010 Resign sampai sekarang, saya baru kali ini mampir lagi kemari. Wuhuuu seperti sudah tak sabar ingin segera bernostalgia rasa.

sop-buntut-wisataseru

1×6 meter

sop-buntut-jakartaseru

zara bete, mau makan disuruh foto dulu hihihi, “Lapeerrr maaaa”

Sop Buntut Cut Meutia ini sudah sangat melegenda. Ia telah berdiri sejak tahun 60an dan hingga tahun 2010an saya pernah membaca disalah satu media massa, sop buntut ini adalah langganan para menteri negara untuk makan siang. Namun tentunya si mentri ngga datang ke lokasi, melainkan dibungkus dan dimakan di kantor. Entah di perode sekarang apakah mentrinya masih ada yang langganan disini atau ngga hehehe, ngga nanya.

Kok sampai mentri mentri ketagihan??? Emang rasanya seperti apa sih? Hadeuuhhh pertanyaan kuno banget. Jawabannya ya tentu saja, Mentri juga manusia biasa hehe #justkidding.

Jawabannya adalah karena Sop Buntut ini memang istimewah!!! Kalau boleh saya bilang inilah sop buntut paling enak di Jakarta. Kuahnya memiliki rasa yang berbeda dari sop buntut lainnya dimanapun di pelosok Jakarta. Ia berwarna agak kemerahan dengan sedikit rasa asam yang segar sekali. Sebagai orang Jawa Timur, saya nyaris menyebutnya ini setengah di masak asem asem. Segar banget!!!

sop-buntut-cut-meutia2

dagingnya gemuuukkk

 

Masuk ke dagingnya, lebih istimewa lagi. Dagingnya bisa berwarna agak nge-pink. Empuuuukkk banget. Baik yang goreng maupun yang rebus, sama sama empuk sama sama enak. Cuma bedanya kalau kita beli yang goreng, bentuknya buntut betulan. Sementara kalau beli yang sop, bentuknya daging (bukan bagian buntut) hihi. Tapi apalah arti nama dan bentuk, karena bagi saya teteeepp wenaaak. Sentausa ceria.

Maaf kalau di foto ngga keliatan ngepink xaxaxaa. Kami datang saat jam mau buka puasa, jadilah mataharinya sudah sendu. Pencahayaan suram dan air liur sudah mulai mau menetes membayangkan nostalgia lezatnya menjadi salah satu faktor tak peduli lagi bagaimana fotonya yang penting mari makaaan. Oya, ini buka sampai malam karena sedang bulan puasa saja. Kalau sedang tidak bulan puasa, biasanya jam 3 atau 4 sore sudah tutup (habis).

sop-buntut-juanita

Mba Pur dan Aline

Saya dan rombongan : Suami, Anak, Juanita Wiraatmaja, Purnama Wati, Wiempi Mahardi, Wawan Yulianto plus Evander dan Nenek Evander semua setujah jika sop buntut ini SEGAR Mantab. Soal harga, kami 7 porsi buntut, 8 porsi nasi, puluhan kerupuk dan minuman, habis kurang dari 400.000 IDR. So, gimana??? Ngga pada ngiler. Warung ini buka jam 10 pagi – habis (biasanya jam 3 atau 4 sore sudah habis). Jika bulan puasa buka sampai jam 7 malam.

—————

Alamat Sop Buntut Cut Meutia
Aka Semoga (Hj. Nurjanah)
Jl. Menteng Kecil no 4-5
Menteng Jakarta Pusat
No Telp 021 3924213
No HP 0813 15283534

 

 

    1. Juvmom July 16, 2015

    Add Your Comment