Rela Antri Berdiri demi Semangkuk Soto Bogor Pak Salam

Kami terperangkap dalam situasi pasca Lebaran. Hm, padahal ini sudah H+7 sejak Lebaran tapi tempat tempat makan di Surya Kencana Bogor yang sudah kami kenal masih pada tutup!!! Haiz padahal sudah ngidam berat asinan bogor, toge bogor, soto bogor, laksa bogor, es pala dan jajanan rakyat lainnya di sepanjang surken dan gang aut tersebut.

Setelah dengan pasrah tak ada pedagang yang kami kenal, Tante Swan memutuskan untuk menepi dan bertanya pada orang yang sedang duduk santai di tepi trotoar, “Semua kok pada tutup ya? Yang terkenal di Bogor yang buka dimana ya?”. Setelah perbincangan hampir 2 menit akhirnya orang tersebut membuka jalan keberuntungan kami, “Kalau Soto Bogor ya itu Pak Salam baru buka lapaknya. Belum buka aja sudah diantri. Terkenal banget itu”.

soto-bogor-surken

Kata Tante Swan lagi, “Dimana? Jauh?”. “Ngga, itu kelihatan yang banyak orang berdiri lagi antri”. Dan terima kasih kami yang sudah lapar berat ini pun langsung meluncur ke TKP. Oya jalan jalan saya ke Bogor kali ini saya lakukan bersama dengan Tante Swan (Pemilik Dapur Solo). Selain Tante saya pergi bersama anak saya Zara dan cucu Tante, Rafael. Tapi mereka tidak ikut makan soto karena tidur di mobil kelelahan setelah 5 jam bermain lari larian di Kebun Raya Bogor. (Untuk melihat video bagaimana serunya Zara dan Rafael selama di Kebun Raya Bogor, klik disini).

Dan ternyata betul !!! Soto Bogor Pak Salam rameeee banget. Antrinya panjang!!! Kurang lebih sekitar 30 menit kami baru bisa mendapatkan soto kami. Ruar biasa. Apa sih yang beda dari Soto Bogor Pak Salam ini sampai penggemarnya banyak banget. Dan ups, secara tak sengaja sambil antri, Tante Swan ngobrol dengan beberapa sesama pembeli. Dari 5 yang diajak bicara secara random, 4 diantaranya orang Jakarta!!!! Dan wow 2 diantaranya adalah kenalan Tante Swan.

soto-bogor-suryakencana soto-bogor-catur-guna

Kenalan yang pertama adalah istri pejabat dengan anaknya. Kebayang donk, istri pejabat aja rela antri di kaki lima ini dan katanya “Wah saya sudah langganan puluhan tahun, ini enak banget. Oya jangan lupa pesen kentangnya juga, enak banget”. Dan orang ke 2 adalah pelanggan Dapur Solo Ny. Swan yang kami jumpai di meja, “Loh kesini juga? Tadi pagi saya baru aja makan di Dapur Solo Panglima Polim”, kata pengusaha Jakarta langganan Tante Swan. Pengusaha tersebut berkata, “Pak Salam ini paling enak dibanding soto bogor lainnya kalau buat saya”, idiihhh testi yang ngeri ngeri yaaaa jadi makin lapar dan ga sabaaarrr nyobain!!!

2 orang lainnya yang orang Jakarta ternyata juga adalah pelanggan Soto Pak Salam ini sejak lama, bahkan ada yang sudah sejak pertama buka pada tahun 80an, weewww. Dan marilah ini saatnya kita mencoba.

Disini kita bebas memilih isi soto yang kita mau. Ada daging, kikil, babat, paru, limpa, bahkan bagian lidah juga ada. Kemudian pilihan diluar sapi ada kentang dan perkedel kentang. Saya memilih hanya bagian daging sementara Tante lebih memilih bagian jeroan jeroan yang katanya lebih sedap dan asyik aja kenyal kenyul empuknya. Hehe.

soto-bogor-jeroan soto-bogor-pak-salam2

Suapan pertama, wooowwww!!! Asli ini enak buanget!!! Bangetnya itu pake U hoho. Kuahnya meski bercita rasa agak manis (mirip soto betawi) tapi ringan banget. Daging empalnya dimakan ga pake kuah aja uda enak, dan begitu dicampur kuah ternyata sempurnaaaa!!! Manis empuk dan hmmm susah banget dijelasinnya. Yang jelas saya ketagihan. Begitu pun Tante Swan.

Porsi nasinya lumayan jumbo dan percayakah anda, saya menghabiskan tak sampai 15 menit. Xaxaxaxaa enak bercampur lapar, rasanya surgawi banget. Dan soal kentangnya yang berwarna coklat ini, asli memang wajib dipesan!!! Rasanya manis yang menggoda dan sangat cocok dimakan bersama nasi dan kuah sotonya.

soto-bogor-enak

Perkedel kentangnya juga merupakan campuran yang indah. Perkedelnya memiliki rasa asin untuk menyempurnakan rasa soto bercita rasa manis gurih ini. Perfecto!!! Alhasil pulangnya kami masih membungkus hoho dan apa reaksi suami dan Zara begitu saya sajikan dirumah???

Zara : Setengah mangkok kuah di seruput habis!!! “Enak ma” katanya. Sementara Suami : “Beli dimana ini? Enak ya” Dan ia yang biasanya suka makan dibagi dua bersama saya, kali ini ngga pake nawarin langsung dihabisin wkwkkw padahal dalam hati, “Mau doonggg” Hahahhaaaa.

So buat anda penggemar soto bogor, bolehlah di coba Pak Salam ini. Legendaries dan Wenak, murah pula. Total dengan yang dibungkus adalah 5 porsi soto dengan sate kentang plus perkedel, habis tak sampai 120.000 IDR. Hitungan yang cukup murah untuk semangkok kelezatan surgawi.

Kalau mau mencoba soto ini buka jam 16.30 dan kata para pelanggan biasanya jam 7 sudah habis, kalau beruntung ya jam 8 baru habis tapi tentunya pelanggan terakhir pilihan menunya uda tinggal dikit. Dan kata pelanggan tiap Jumat dia tutup. Tapi saya ngga tau betul tidaknya karena saya ngga sempet obrol sama penjualnya, rame banget, sungkan mau nanya nanya. Mereka lagi konsentrasi semua hehe.

soto-bogor-durian-rancamaya

Pulangnya kami menemukan penjual durian. Usai makan soto bogor, makan durian lokal dari Rancamaya, wiihhh lezat sekali. Kebetulan kami dapat durian dengan daging yang tipis, tapi manisnya wooowww!!! ENyak sekali. Mari selamat kulineran di Bogor.

——————————
Soto Bogor Pak Salam
Jl. Siliwangi(setelah perempatan Suryakencana – Gg. Aut)
Seberang Bank Mandiri

——————————————————————-
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/
Email : caturguna.ang@gmail.com
    1. mawi wijna July 30, 2015
    2. Diarysivika July 30, 2015
    3. Joe January 8, 2017

    Add Your Comment