Perlukah Kantong Plastik harus dibeli Rp. 200 ???

Barusan tadi nonton di Metro TV siang soal sampah, perlukah kantong plastik harus dibeli rp. 200 ???. Katanya dalam sehari sampah warga Jakarta bisa untuk membuat candi Borobudur haizzz. Itu baru sampah warga Jakarta. Belum warga Indonesia semuanya. Yuhuuu apa kabar Indonesia???

Perlukah Kantong Plastik harus dibeli Rp. 200 ???

Berhubung kemarin Jakartaseru baru saja ikut merayakan Hari Peduli Sampah Nasional menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 di Dapur Solo Sunter Jakarta Utara, maka kali ini kok pengen bikin artikel yang agak serius soal Permasalahan Negeri ini, yaitu Sampah.

Saya sendiri adalah tipikal Orang Tua yang suka mengajak Anak beraktivitas, maka ketika ada acara pengolahan Limbah Sampah di Dapur Solo Ny. Swan saya cukup antusias datang. Padahal jarak rumah ke lokasi, masuk dalam kategori jauh. Yaitu jalanan lancar tanpa macet lewat tol, adalah 50 menit. Kalau macet yaaa pernah dulu 2,5 jam OmG. Itu baru pergi, belum pulangnya hmmm.

Tapi karena aktivitas ini saya rasa sangat positif, jadi saya pun memaksakan diri untuk berangkat. Kenapa??? Karena saya ingin mengenalkan persoalan Sampah pada Zara sejak usia dini. Untuk melihat video Zara saat belajar mengolah Limbah menjadi sesuatu yang cantik, bisa klik disini. Bravo buat Dapur Solo Ny. Swan. Semoga semakin banyak pengusaha yang turut menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk lebih peduli sampah.

Daput solo ny. Swan

Ny. Swan Owner Dapur Solo foto dengan karyawan dan penggiat lingkungan hidup (photo by Jeremy Farizky)

Zara belajar tentang daur ulang

Zara belajar tentang daur ulang Membuat limbah plastik dijadikan bunga yang cantik

Bunga dari limbah plastik

Bunga dari limbah plastik Ini cantik banget ya

Apa sih pentingnya mengenalkan tentang sampah pada anak??? Toh sejak usia 3 tahun, zara juga udah tau bahwa buang sampah sembarangan akan menyebabkan banjir. Hmm lebih dari itu, saya pengen Zara juga tau, bahwa Sampah tak harus melulu masuk tong sampah. Tapi bisa juga diolah menjadi sesuatu yang lebih menarik bermanfaat dan tentunya ini berarti mengurangi volume sampah di Bumi, dalam hal ini Indonesia.

Apalagi menurut saya pribadi, persoalan sampah adalah persoalan pribadi bangsa. Seperti nasihat mama padaku saat kecil, bahwa pribadi pemilik rumah terletak pada toiletnya. Jadi jika mau tau bayangan seperti apa temanmu, calon suami atau istrimu, lihatlah toilet rumahnya hihihi.

Dan soal sampah, inilah sekilas pribadi bangsa kita. Termasuk saya lah ya pastinya. Jadi, mau sampai kapan sih kita mau disebut bangsa dengan pribadi yang demikian???

Seperti diungkapkan Walikota Jakarta Utara Pak Rustam Effendi saat membuka acara Hari Peduli Sampah Nasional di Dapur Solo, bahwa persoalan sampah itu sebetulnya bukan pemasalahan yang rumit. JIKAAAA, yes jika kita tiap individu memiliki kesadaran kepedulian terhadap sampah. Tak bisa semua hanya diserahkan pada pemerintah.

Walikota Jakarta Utara Pak Rustam Effendi memberi sambutan di Dapur Solo Sunter

Walikota Jakarta Utara Pak Rustam Effendi memberi sambutan di Dapur Solo Sunter

Walikota Jakarta Utara Pak Rustam Effendi memberi sambutan di Dapur Solo Sunter

Zara foto bersama Transformer yang terbuat dari limbah

Betuuulll. Betul apa kata Pak Rustam. Seperti contoh ketika saya tinggal di Jepang. Persoalan sampah tak pernah menjadi masalah. Padahal rakyat Jepang tentunya juga buang sampah tiap hari. Sama seperti kita manusia Indonesia. Bedanya. Mereka begitu peduli. Peraturan soal sampah tak hanya tertulis di Buku dan jadi peraturan yang tak berarti.

Lalu, balik ke topik. Perlukah kantong plastik harus dibeli Rp. 200 ???

Di Jepang, kantong plastik tak harus dibeli. Bahkan dibeberapa Supermarket seperti Tsuruya (tempat saya belanja harian saat tinggal di Jepang) kita bebas mengambil plastik berapa saja kita mau. Tapi??? Saya lihat ngga ada loh yang mengambil plastik berlebihan. Bahkan saya pribadi jika belanja kesana, kalau bisa mengambil plastik itu seminim mungkin.

Tsuruya

Di Tsuruya Jepang, kita bebas ambil plastik. Tapi ngga ada yang mengambil berlebihan karena membawa banyak plastik berarti membawa sampah ke rumah mereka

Jadwal membuang sampah di jepang

Di Jepang ada jadwal harian untuk membuang sampah. Sebelum jadwal yang telah ditentukan, sampah harus disimpan dulu dirumah sampai jadwal membuang tiba. Ada jadwal membuang sampah dengan plastik warna kuning, hijau, biru dan merah

Sampah di jepang

Sebelum sampah di masukkan ke kantong sampah, botol dan styrofoam bekas makanan harus dalam kondisi bersih, sehingga ketika disimpan dirumah sambil menunggu jadwal buang sampah jenis ini tiba, rumah tidak didatangi serangga / lalat

Kantong sampah jepang

Salah satu contoh kantong sampah yang ada di Jepang. Ini barang yang hendak saya buang sembari menunggu jadwal membuang sampah jenis berkantong hijau tiba (banyak ya hahaa ini pas mau balik indo, jadi selimut selimut, korder dan lain sebagainya harus dibuang ke pembuangan sampah)

Kenapa??? Karena dengan membawa banyak plastik berarti saya sama saja membawa banyak sampah ke rumah. Kok bisa??? Yaaa, karena membuang sampah di Jepang harus memakai kantong plastik khusus. Kantong plastik yang harus dibeli dan uang penjualan kantong plastik tersebut akan masuk langsung ke kantong pemerintah setempat untuk digunakan sebagai pengembangan daur ulang sampah. Untuk artikel lebih detail tentang cara membuang sampah di Jepang, bisa lihat artikel saya lainnya, klik disini untuk membaca.

Contoh : hasil uang penjualan kantong plastik khusus tersebut dibuat penelitian dan pembuatan mesin. Dimana ketika sampah dimasukkan ke mesin tersebut, keluarnya akan menjadi barang yang bermanfaat. Seperti : paving, baju dan tissue toilet.

Paving??? Yes … Ngga nyangka kan jika sebagian paving di Jepang itu terbuat dari limbah sampah. Kemudian tissue toilet dan beberapa baju pekerja juga terbuat dari limbah sampah. Keren kaaann.

Jadi… Perlu kah kantong plastik harus kita beli senilai 200 rupiah??? Sebuah nilai yang bagi sebagian besar orang, ngga berarti. Dan uang tersebut pun tidak masuk ke suatu lembaga terkoordinasi yang memiliki tugas untuk mengelola sampah. Alih alih mengurangi penggunaan plastik, justru pengusaha besar untung karena mereka tak perlu keluar ongkos plastik. Kok pengusaha besar? Yaaa kan peraturannya cuma berlaku kalau belanja di supermarket dan sejenisnya. Beli di warung atau pasar?? Yaaaa kita ga perlu bayar plastik alias plastik masih gratis di pasar rakyat. Hmmm. Sekian dan terima kasih hehe. Ini hanya opini, mohon maaf jika terkesan terlalu serius.

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang / caturguna.ang@gmail.com

    1. Fajar ro'is February 22, 2016
    2. Hastira February 23, 2016
      • caturguna February 26, 2016
    3. Eni Martini February 23, 2016
      • caturguna February 26, 2016
    4. Helda February 23, 2016
      • caturguna February 26, 2016
    5. Fita Chakra February 23, 2016
      • caturguna February 26, 2016
    6. Noni Rosliyani February 24, 2016
    7. nengbiker February 25, 2016
      • caturguna February 26, 2016
    8. abelya-collection February 29, 2016
      • caturguna March 2, 2016

    Add Your Comment