Pedagang Wedang Ronde Paling Niat di Jakarta

Musim penghujan sudah tiba, saatnya warga Jakarta mulai menghangatkan diri dengan minuman tradisional nih. Saya sendiri sebagai orang Jawa Timur, saat musim mulai mengakibatkan flu, sering merindukan wedang ronde atau sepupunya, sekoteng. Karena dengan meminum salah satu wedang ini, rasanya badan kembali vit. Dan di Kota kelahiran saya, Tuban, penjual wedang ini sangat banyak.

Meski demikian, tetap yang populer dengan wedang ini adalah kota Solo dan sekitarnya. Katanya minuman ini sudah sangat populer di Solo dan sekitarnya sejak tahun 1930an dan kemudian menyebarlah ke kota kota di pulau Jawa. Asal mulanya juga disebutkan kemungkinan besar adalah adaptasi dari camilan negeri Tiongkok bernama Tangyuan. Namun Tangyuan ngga ada isinya, sedangkan ronde ada isi kacang tumbuk manisnya.

Nah, kemarin saya diajak oleh sahabat saya, Juanita Wiraatmaja untuk berkuliner di sekitar lokasi tinggalnya. Tak disangka, salah satunya, disana ada kaki lima penjual wedang ronde yang asli nuiat banget. Niatnya seperti apa? Yuk simak perjalanan kuliner saya malam ini. Oya, sebelumnya saya minta maaf karena tidak bisa menjabarkan soal wedang sekotengnya, karena saya sungguh kekenyangan setelah seharian kulineran. Jadi saat kemari hanya mencoba wedang rondenya saja. Ntar lain kali kalau kesini lagi, saya akan pesan sekotengnya ya. Oke kita mulai pembahasannya.

wedang-ronde saung bandung

Juanita Wiraatmaja dengan keluarganya plus Zara anakku yang cantiks

wedang-ronde saung bandung

Kita bisa memilih mau isian apa, serunya disini juga ada jali jali loh

Membicarakan Wedang Ronde, apa yang ada dibenak anda? Tentunya bola bola kenyul warna warni hijau dan merah berisi tumbukan kacang manis didalamnya. Bola bola ini kemudian diguyur air jahe dan kacang sangrai plus kolang kaling yang dipotong kecil kecil. Yes, itulah Wedang Ronde pada umumnya.

Namun disini. Wedang Ronde seolah kawin sama sepupunya si sekoteng. Isinya jadi berlimpah banget, macem macem. Kita dibebaskan memilih mau isi murni hanya rondenya saja dengan kacang sangrai, atau ditambah roti, kacang hijau dan isian sekoteng lainnya. Dan sisi niatnya adalah disini juga ada pilihan Barley-nya atau orang Indonesia menyebutnya Jali Jali. Suka sekali dengan biji barley.

Oya, selain itu, disini kita juga akan diberi wadah wadah kecil berisi topping yang boleh kita pakai atau ngga. Ntahlah topping ini mempengaruhi harga atau ngga. Yang jelas seporsi niat dengan aneka topping yang saya makan semua ini, hanya bayar 14.000 IDR saja perporsinya. Maaf, saya kenyang ampun, sampai ngga sempet nanya ini itu hahahaaa.

wedang-ronde saung bandung

ada ronde ada tangyuan (ronde yang ga pake isi)

wedang-ronde saung bandung

ada jali jali / barley nya

wedang-ronde saung bandung

isian rondenya pas banget, manis kacangnya bikin ketagihan

Untuk rondenya sendiri, ukurannya pas sekali dimulut. Dan yang terpenting, komposisi kacang dan tepung kenyulnya pas banget. Kan ada tuh yang kacangnya pelit amat sehingga yang berasa tepungnya aja. Nah disini ini kita dapat menikmatinya dengan sempurna.

Keniatan berikutnya adalah penggunaan bahan bahan yang bermerek. Yup bahkan roti tawarnya ia memakai roti tawar yang ada brand nya, bukan sekedar roti tawar yang ngga jelas buatan siapa. Lalu meski kaki lima tapi mangkuk dan wadah wadahnya tercuci bersih. Duh duh duh, suka deh pokoknya nge-wedang ronde disini. Sayang lokasinya dari rumah saya jauh banget. Andai dekat, musim penghujan begini mungkin bisa seminggu 3x saya kemari.

Karena Kuah Jahenya benar benar segar loh. Benar benar njahe banget. Pedesnya kalau diseruput terburu buru bikin kesedak pedesnya. Nonjok banget lah. Ini dia, kaki lima rasa bintang lima dengan pelayanan dan kebersihan yang patut dikasih 4 jempol. Thanks Alin Juanita karena sudah mengenalkan saya pada Saung Bandung ini.

—————————————

Alamat : Wedang Ronde dan Sekoteng Saung Bandung – Jl. Taman Aries Blok H4 No 1 (samping POM Bensin), Meruya Jakarta Barat. No Telp 082112728524 / 081513829628

 

    1. Siti mudrikah April 26, 2016
      • Catur Guna April 29, 2016
      • Catur Guna April 30, 2016
    2. Medanfoodblog April 27, 2016
      • Catur Guna April 29, 2016
      • Catur Guna April 30, 2016
    3. Han Fauziyah April 29, 2016
      • Catur Guna April 29, 2016
      • Catur Guna April 30, 2016
    4. Dian Farida August 21, 2016

    Add Your Comment