Ngidam yang Terobati di Patin Bakar Bambu Karimata

karimata-patin-bakar-bambu

Ngidam.. siapa bilang ngidam itu hanya dialami oleh Ibu Ibu Hamil? Kenyataannya suami saya kalau ngidam lebih parah daripada ibu ibu Hamil, zazazazaaa … sudah 2 hari ini saya diajak untuk keliling mencari Patin Bakar Bambu. Kemarin jauh jauh ke Depok, ternyata sampai sana Patinnya bambunya habis, meski terganti dengan patin bakar yang maknyus, ternyata ngidamnya masih belum terobati.

Hari ini dia pun mengajak saya kembali hunting si ikan bambu. Dan jadilah ini sebagai kunjungan kami yang ke beberapa kalinya di Karimata!!! Yeahhh … Patin Bakar Bambu, semoga ada. Hohooo, soalnya di Karimata TMII ini pun kami telah beberapa kali kemari dan selalu kehabisan. Akhirnya hari ini doa bapak ngidam terkabul, ADA!!! Untuk artikel tentang Karimata kunjungan saya yang pertama kali, bisa klik disini.

Karimata di sebelah Tamini Square ini bisa dibilang salah satu restaurant yang saya sukai. Kenapa? Karena tempat ini asyik dibuat untuk nongkrong. Desain restaurant berundak undak (ada banyak spot (mulai dari spot ber AC, spot lesehan, spot duduk dan lantai paling bawah yang biasanya untuk mereka yang ingin suasana lebih privat (meeting, gathering, dll). Saya sendiri beberapa kali kemari selalu duduk di area lesehan paling depan, tepat disamping pintu masuk. Yeah, bagi saya inilah spot terbagus disini. Sudah pewe …

karimata-suasana-restaurantkarimata-jakartaseru

Dengan suasana lesehan, saya bisa membiarkan Zara sibuk sendiri dengan mainnya dan bebas berkeliaran selama masih dalam area lesehan. Saya dan suami pun, bisa makan dengan santai yeaahhh hehehe. Pokoknya kalau untuk suasana, saya pribadi, dapet banget!!!

Meski telah 3 kali makan disini, namun inilah pertama kalinya saya mendapat jatah Patin Bakar Bambu (120.ooo IDR). Maklum kami kalau kemari selalu di jam nanggung (jam 3an) – sehingga seringnya ikan sudah ludes saat jam makan siang, dan patin bambu yang berikutnya masih diolah dan kira kira baru akan jadi pada jam makan malam. Patin bambu datang tak lama setelah kami memesan, demikian juga pesanan yang lain.

karimata-otak-otak

Oya, sebelum membahas kelezatan di patin bakar bambu khas Kalimantan ini, saya ada kelupaan. Setiap baru datang, kita akan ditawari Menu Otak Otak … kami selalu Meng-Iya-kan tawaran tersebut, karena kami memang suka otak otak terutama Zara!!! Percaya ngga percaya, Zara tiap kemari selalu menghabiskan otak otak minimal 5 biji dan kemarin tuh entah lapar atau doyan, dia habis 12 biji zazzaaa … Otak otak adalah makanan olahan dari daging ikan yang dibumbu kemudian dikukus dan diberi sentuhan akhir, bakar. Rasanya? Gurih nikmat.

karimata-sambal-mangga

karimata-cumi-kremes

Oke kembali pada Patin, seperti penjual patin bakar bambu lainnya, disini patin hadir dalam ukuran sekitar 30 -40 centimeter (maaf kalau salah, saya ngga bawa penggaris). Bumbunya sangat medok dengan warna orange kemerahan namun tidak terlalu pedas. Ikan ini paling cocok dimakan bersamaan dengan sambal mangga (7000 IDR) … wah wah wah .. kalau sudah gini, mertua lewat juga suami ngga akan nyapa hahahaa … nikmat sekali. Ikan Patin Bakar Bambu khas Kalimantan ini memang ngga ada matinya.

Kalau bingung, si patin ini enaknya dipadu padan pakai apa, cari aja yang renyah renyah. Kalau kami kemari selalu memadukan si patin ini dengan cumi goreng kremes (40.000 IDR). Pernah memesan yang goreng tepung, namun tetap paling the best, ya si kremes ini.

Oke kira kira ini review kami terhadap Ikan Bakar dalam Bambu Karimata. Semoga bermanfaat.
————————————————————————————————————
Nama Restaurant : Ikan Bakar dalam Bambu Karimata
Alamat : Taman ANggrek Indonesia Permai (samping Mall Tamini Square)
Jl. Raya Taman Mini, Jakarta Timur
021 – 2946 8156

Biaya Masuk Parkir :
Mobil 5000 IDR
Motor 3000 IDR

+Pajak 10%
———————————————————————————————————–
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/

Email : caturguna@wisataseru.com

 

 

  • Add Your Comment