Nasi Bakar Cynthia – Rasa Manado yang Meledak di Mulut

Daun pisang adalah alat pembungkus nasi yang tiada bandingannya. Tak hanya membuat nasi jadi beraroma, tapi juga membuat nasi lebih terasa pulen dan berminyak. Syedaaappp. Nah kali ini saya akan membahas tentang kuliner Nasi Bakar. Nasi yang diberi lauk kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar.

Buat yang belum pernah makan nasi bakar, saya akan mengajak anda berimajinasi dengan nasi timbel. Yaitu nasi putih panas yang langsung dibungkus dengan daun pisang supaya tetap hangat dan nikmat ketika disajikan. Bagaimana sensasinya??? Beda dengan ketika kita makan nasi putih yang dibungkus dengan kertas bukan? Nasi timbel memiliki aroma khas daun pisang yang susah diuraikan dengan kalimat panjang. Karena cukup satu kata aja untuk menjelaskannya : syedaaaap.

Jika dulu saya pernah menulis tentang sensasi nasi bakar sumsum khas banten, maka kali ini saya akan mengajak anda mencicip nasi bakar dengan cita rasa Manado !!!

nasi bakar

Nasi Bakar Cynthia Rumengan

Kak Cynthia nama penjualnya. Tak hanya menjual tapi dia belanja dan memasak sendiri semua pesanan nasi bakarnya. Kerennya lagi, mantan atlet yang kini bakulan nasi bakar ini rela seharian di dapur hanya untuk menyesuaikan jam pengantaran.

“Untuk pengiriman pagi, saya masak jam 12 malam. Untuk pengiriman siang saya masak jam 5 pagi. Pokoknya saya selalu usahakan fresh ketika sampai ditangan customer”, kata kak Cynthia saat saya melakukan pemesanan. Wuih jadi semangat ga sabar untuk mencoba.

Begitu pesanan datang, sengaja 4 nasi saya masukkan freezer untuk saya coba simpan dalam waktu lama. Baiklah sebelum saya beberkan hasilnya nasi bakar ini rasanya jadi seperti apa setelah saya simpan 10 hari di freezer, saya mau coba pamer rasanya dulu.

nasi bakar
Nasi Bakar Ayam

Ini adalah nasi bakar pertama yang saya coba. Pertama saya kira ini adalah nasi kuning #ternyatasayasalah hihihi. Ini hanyalah nasi putih biasa !!! Karena tak hanya secara kasat mata nasi ini warnanya bukan putih #siapasetuju???

Tapi nasi ini juga memiliki rasa gurih bahkan ketika saya makan tanpa ayamnya !!! Nasinya terlihat berminyak bukan??? Ya memang rasanya juga demikian. Seperti nasi kuning, gurih dan berbumbu. Sehingga ketika saya upload di FB sebagai nasi kuning, kak cynthia yang saya tag pun langsung japri “Itu bukan nasi kuning, itu nasi putih biasa” hahahhaaaa maluuuu saiya. Tukang makan ga bisa bedain nasi putih dan nasi kuning.

Inilah kenyataannya. Berkat dibungkus daun pisang dan dibakar. Minyak ayam dan  minyak daun pisang pun meresap cantik dalam tiap bulir nasinya. Enak sekali. Haruuum dan gurih. Bahkan anak bayi saya (kenzo, 10 bulan) pun suka. Ngga percaya??? Silahkan tonton videonya ya. Klik disini untuk nonton video ke dua anak saya yang lahap makan nasi bakar ini.

Uniknya, meski ayamnya pedas tapi nasinya ngga ikut pedas loh. Itulah kenapa anak saya yang bayi dan balita juga doyan banget. Karena ngga pedas. Justru yang ada hanya kesan gurih. Enyaak.

nasi bakar nasi bakar

Nasi Bakar Cumi

Nah ini kesukaan sayaaaaa. Cumi !!! Pakai nasi kuning. Rasanya lezatoz. Cuminya empuk dan saya pesan yang tidak terlalu pedas, karena memang ga suka pedas. Jadi meski warnanya cukup menantang, tapi bisa saya jamin, ini tidak terlalu pedas. Rasanya sangat segar. Tapi buat yang suka pedas, bisa kok pesen yang pedes maksimal.

Nasi bakar cakalang : Wuhuuuu. Ikan cakalang. Tak hanya sehat tapi juga enyaaak. Apalagi kalau dimasaknya dengan bumbu manado begini. Woaaaa — suwer enak. Dan ikan cakalang ini juga ada versi pedas dan versi buat anak anak yang tidak pedas. Zara anak saya yang balita sukaaa loh ikannya. Dan tentunya saya tak pakai ragu untuk memberikan karena nasi bakar ini dibuat Tanpa MSG. So, syehat aman bahagia buat anak anak.

Oyaaa, perhatian perhatian, buat yang ga suka pedes, jangan sekali kali colek yang warna coklat di dalam bungkusan nasi bakar ya. Itu namanya sambal Roa!!! Pedesnya pake banget!!! Awalnya sih terasa manis dan lembut dilidah, tapi beberapa detik kemudian lidah akan terasa di jambaaaakkkk!!! Pedesnyaaaaa !!! Tapi enak banget, beneran. Saya sangat tidak bisa makan pedas, tapi selalu tergoda colek sedikit meski setelah itu minum bertubi tubi.

Setelah 10 hari kemudian

Okeee, seperti kalimat awal di artikel ini bahwa saya menyimpan nasi ini sampai 10 hari. Dan inilah hasilnya:

Hari pertama : nasi bakar hangat baru datang, rasanya sangat enaaakkk karena masih sangat segar. Benar benar endos gandos maknyos pokoknya. Jadi kalau buat arisan atau acara apa yang langsung dimakan, yakin pada saya. Ini sangat cocok dan tidak akan mengecewakan. Karena percobaan saya, 3 nasi bungkus sengaja saya letakkan di suhu ruang.

1 bungkus saya makan langsung begitu datang. 1 bungkus saya makan saat siang dan satu bungkus lagi saya makan malam hari. Jadi ceritanya seharian itu saya makan nasi bakar hihihi. Dan beneran loh, meski ga diangetin, tapi rasanya tetep haujek. Enak.

Hari kedua : saya makan nasi yang saya letakkan di kulkas bawah. Dikukus sebentar dan makan lap lap, rasanya sama seperti kemarin, segar enak.

Hari kelima : saya makan yang ada di freezer, kukus lama dan kemudian makan, tetap enak. Hari ke 10 saya makan lagi, nah untuk yang hari kesepuluh ini rasanya sudah agak berbeda. Buka basi, hanya lebih lembek saja. Entah karena saya mengukusnya terlalu lama atau memang jika disimpan terlalu lama akan berubah rasa. Entahlah tapi paling tidak, buat yang mau memesan agak banyak buat stok dirumah, bolehlah. Setidaknya nasi bakar ini bisa tahan dengan kelezatan yang sama sekitar seminggu.

Nasi Bakar Cynthia Rumengan : 087877712101 atau langsung ke FBnya Cynthia Rumengan

  • Add Your Comment