Menyatakan Cinta melalui Jajanan Tradisional Indonesia

Papaku adalah sosok pria tua bermata sipit yang sekali melihat, orang pasti berkata, “Bukan Pribumi”. Tapi, taukah anda, saya bisa bilang papa saya lebih pribumi daripada mereka yang mengaku asli pribumi totok. Kenapa? Karena Papa tak hanya hafal sejarah Pahlawan Pahlawan Indonesia era kemerdekaan, tapi papa begitu piawai jika disuruh bercerita tentang kisah Majapahit, Gajah Mada, Empu Empu termasuk Empu Sendok dan kawanannya. Saat saya kecil, hampir tiap menina-bobokan saya, ia selalu menceritakan kisah kisah pewayangan tersebut.

Selain kecintaanya terhadap sejarah Bangsa ini, Papa juga adalah pecinta jajanan tradisonal atau bisa disebut jajanan pasar. Tiap hari ia selalu makan beberapa jenis jajanan pasar. Maka saat saya kecil hingga hari ini jika pulang ke rumah, selalu ada jajanan pasar. Berganti ganti, mulai dari Onde onde, kue ku, dumbek, serabi, kue lumpur, pastel, putu, getuk dan lain sebagainya. “Mama kok beli jajanan gini terus sih?”, kataku saat kecil protes, karena saya sebagai manusia era modern, lebih suka produk roti dan semacamnya. Jawab mama, “Papamu suka banget. Kalau ngga disediain jajanan pasar katanya abis makan juga kayak belum makan, kalau sehari ngga makan jajan”.

Papaku ini memang heboh kalau makan jajan. Sekali makan, bisa 4-6 jajan sekaligus habis. Kebiasaan papa ini memang tidak menular pada saya. Selain ingatan saya buruk untuk mengingat pelajaran sejarah, saya juga saat itu tidak suka semua jenis jajanan tradisional seperti papa. Saya hanya suka 30% dari keseluruhan jajanan yang disajikan mama di meja makan setiap harinya itu.

papa-mama

Papa dan Mamaku tercinta – semoga selalu dianugerahi kesehatan dan kebahagiaan plus umur yang panjang. Mereka adalah orang yang selalu menginspirasiku – Papa Mama juga suka makanan tradisonal di banding masakan luar

ikikoue-tea-time

Jajanan yang cocok untuk Tea Time pagi maupun sore hari

ikikoue-jajanan-pasar

Yuk Lestarikan Jajanan Pasar dengan cara memakannya

Tapi, kebiasaan papa ini jadi sebuah memori yang luar biasa saat saya dewasa dan jauh dari rumah. Kadang kerinduan pada papa membuat saya ingin makan apapun jajanan yang beraroma tradisional. Suka atau tidak suka, akan saya makan demi menyeka air mata rindu pada papa.

Suatu kehormatan buat saya telah dilahirkan dikeluarga ini, memiliki Papa Mama yang luar biasa dan meski sering disebut bukan pribumi, tapi kecintaanya pada Tanah Air ini tak hanya dimulut saja, melainkan sudah menyatu dalam jiwanya. Ups, kembali ke topik bahasan, tentang Jajanan Tradisional

LESTARIKAN JAJANAN TRADISIONAL / JAJANAN PASAR

Kita suka menyebut Jajanan seperti di foto ini sebagai jajanan pasar. Yes, karena jajanan semacam ini memang banyaknya dijual di pasar atau oleh mbok mbok gendongan dengan tenong bulat dari besi yang di panggul di belakang atau model kotak di jinjing keliling kota (Keliling Kota Tuban maksudnya – kota kelahiran saya hihihi, entahlah dikota lain).

Di Jakarta, sebetulnya lumayan gampang menemukan jajanan pasar. Selain banyak pedagang putu jual keliling kampung setiap sore, juga banyak ibu ibu menggelar lapak di depan rumah jualan jajanan pasar yang dibelinya dari pasar. Yes, kalau mau ke Pasar juga hampir tiap pasar di Jakarta, ada penjual jajanan tradisional ini, bahkan di daerah Blok M, Benhil dan beberapa lokasi di Jakarta, ada pasar pagi khusus menjual jajanan pasar yang murah meriah dan biasanya untuk dijual lagi oleh para pedagang.

Tapi jujur, sejak marak pemberitaan ‘aneh aneh’. Seperti makanan dari bahan kadaluarsa dan juga pewarna pemutih dan lain sebagainya, saya terus terang takut membeli makanan di sembarangan tempat. Saya hanya mau beli makanan di tempat yang saya yakin akan bahan dan tingkat kebersihan dapur pembuatan (kecuali kepepet marupet). Bahkan ketika dapat kotak syukuran dari tetangga, jujur kadang saya ngga berani makan, karena takut bla bla bla tersebut. Kecuali jika kemasannya memang meyakinkan dan atau saya tau siapa yang membuat, baru saya mau makan.

ikikoue-zara

Zara seneng banget saat lihat paket ini datang. Warna warni jajanan sangat menarik hatinya, “Ini apa ma, ini apa ma”.

Seperti hari ini, saya mendapat sekotak paket kue dari teman. Tertulis brand namanya IKIKOUE. Sebuah produsen jajanan yang ada dibawah asuhan Dapur Solo Ny. Swan. Waallaaahhh kalau ini saya sudah pasti ngga akan ragu untuk makan. Bahkan memberikannya pada anak saya Zara untuk makan sebanyak banyaknya. Karena saya tahu persis Tante Swan itu seperti apa. Ia sangat konsen terhadap produk makanannya, mulai dari bahan, pengolahan sampai penyajiannya. Dan berikut isi Paket tersebut :

ikikoue-kue-ku

Ini kue Favorit aku dari zaman belum masuk TK – mayan susah loh cari ini yang enak di Jakarta. dan KUE KU di ikikoue ini enak bangeeettt!!!

Kue Ku – Ang Ku Kueh nama cinanya. Ups hihihi, Kue ini saya review pertama bukan karena seperti nama dewa di film Mandarin, Ang Cit Kong atau karena nama awalannya mirip nama papa saya Ang Tjut Tian. Tapi kue yang katanya berasal dari negeri tiong kok ini memang adalah Kue Kesukaan saya sejak kecil. Inilah satu dari 30% jajanan pasar yang saya suka tersebut.

Berbahan dasar tepung ketan dan berisikan kacang ijo, membuat kue ini kenyal dengan rasa manis yang menawan. Selain enak, juga cukup mengganjal untuk yang kelaparan dengan barongsai yang sudah bergeliat di dalam perut. Cetakan kura kura, disebut sebagai perlambangan panjang umur. Maka kue ini biasanya disajikan untuk acara tertentu juga.

ikikoue-lemper

Lemper yang dibungkus kecil kecil ini pas sekali lahap, serasa makan sushi dengan selera indonesia, ini enak banget (kok disamain ama sushi??? soalnya sushi kan juga makannya harus sekali lahap, makanya diiris tipis tipis untuk seukuran mulut)

ikikoue-lemper-mini

Saya suka banget sama lempernyaaa. sempurnaaaa.

WOoww — lempernya enaaaaak banget!!! Lemper ini imut kecil kecil sekali lahap tuntas. Begitu makan, saya langsung habis 4 nih lemper. Beras Ketannya merekat sempurna dengan tingkat kematangan yang pas. Kadang saya suka makan lemper itu ada beras yang masih setengah matang atau benyek. Nah yang ini pas dan ayamnya manis enak deh. Suka banget !!!

ikikoue-pastel

Saya girang banget saat zara mau mencoba dan zara doyaaann, sekali makan langsung habis 3,5 pastel

ikikoue-pastel-isi

Isian sayuran dan bihun membuat saya merasa seneng ketika zara doyan, karena ini sama saja dengan makan sehat

Zara adalah tipikal anak seperti saya saat kecil. Ngga suka jajan pasar. Tapi melihat saya begitu antusias makan jajanan ini, Zara mau mencoba yang pastel dan hiks saya terharu mau nangis (keinget waktu kecil). Zara suka banget sama pastelnya dan langsung habis 3 biji looohhh, suweeerrr. 3,5 lebih tepatnya. Kekenyangan yang setengah dikasih saya. Isinya pun sehat, yaitu bihun dan sayuran. Jadi saya tenang, makan 3,5 pastel sama dengan makan setengah porsi makan siangnya hihihi.

Rasanya sesuatu banget ketika anak mau makan makanan yang kita suka. Jujur artikel ini juga isi dan judulnya lebih kurang terinspirasi dari kejadian zara makan pastel ini. Saya jadi terpecut untuk mengenalkan lebih banyak makanan Indonesia pada Zara. Supaya rasa cinta Indonesianya nanti saat dewasa bisa tumbuh subur seperti yang telah dilakukan papa saya. Betapa kini ketika rindu pada papa, saya cukup mencari jajanan pasar dan saya pun akan langsung terobati rasa rindunya pada Papa.

ikikoue-getuk

Asli, getuknyaaaaa enak banget, lumer dilidah

Getuk ini enak bangeeeet. Baru ini nemu getuk bisa lembut banget kayak gini. Jujur, rasanya itu seperti meleleh di mulut. Sayang, saya sebetulnya ingin memakan lebih banyak, tapi karena Snack ini saya bawa ke lokasi kerja suami di Hall Rudi Hartono, saya jadi ngga enak ambil jajan banyak banyak. HIhihiii nanti dikira ngga rela bagi bagi. Secara bawa bawa sendiri kok ya dihabisin sendiri #eaaaa

Risolesnya enak, bukan risol mayo, tapi risol Jawa. Rasanya manis lembut yang tentunya sehat

Risolesnya enak, bukan risol mayo, tapi risol Jawa. Rasanya manis lembut yang tentunya sehat

ikikoue-bolu-ubi

Makan roti ini serasa ingat akan kesehatan, bolu sehat sarat gizi karena dibuat dari ubi

Jajanan lainnya risoles dan bolu ubi juga enak. Arrggg semuanya enaaaak. Oya, selain rasanya, kemasannya juga keren loh. Dengan kotak tebal, rasanya sangat eksklusif. Saya pun kepikir, besok besok kalau ada teman ulang tahun atau parcel, kenapa kita harus beli kue taart atau kue kue brand luar negeri buat teman. Mending kita kasih jajanan seperti ini. Selain ‘Beda’, juga sekaligus kita dapat turut ikut melestarikan jajanan Indonesia.

Duuuhhh … berkat kue ini, entah kenapa timbul pemikiran saya untuk ikutan Dapur Solo, Kampanye Cinta Kuliner Indonesia ya. HUhuuuuu, ‘Rasa’ memang bisa membius orang.

ikikoue-kemasan antaran

Box nya eksklusif banget, cocok buat antaran

ikikoue-hall-rudi-hartono

Kue ini saya bawa ke tempat kerja suami dan semuanya pada suka loohh, katanya “Enaaakkk”

ikikoue-hall-badminton

Saya ikut suami ke Hall sekalian pengen kangen kangenan sama temen lama. Ada Kido, Taufik dan Heru, mereka semua adalah teman SMP-SMA saya dan kini kita semua sekarang bersatu lagi di satu lokasi kerja yang sama (ups itu zara ganti baju, jadi bajunya ngga sama. Lagi minum ketumpahan basah semua, tapi ini adalah foto dihari yang sama kok)

————————————————

IKI KOUE – Instagram @ikikoue – email : ikikoue@gmail.com

Web : www.dapursolo.com, Telp : 021 6506677, HP 085888111988 (sms / wa)

————————————————
ALAMAT DAPUR SOLO NY. SWAN
JAKARTA SELATAN
Jl. Panglima Polim I no 95 Jakarta Selatan
Telp : 021. 7222 311
 
JAKARTA UTARA

Jl. Danau Sunter Utara R 35-37
T : 021. 640 5812

JAKARTA UTARA II
Jl. Danau Sunter Utara No. 7 Sunter II
T : 021. 296 15 353

SERPONG
Ruko Melati Mas Square Blok A1 No. 22-23
Jl. Raya Serpong – Tangerang
T : 021. 5315 0505

 

 

    1. yesi April 3, 2016
      • Catur Guna April 3, 2016
    2. Audia Azani April 30, 2016
      • Catur Guna May 3, 2016

    Add Your Comment