Mau Bertanya, Ngga Sesat di Jalan – Kisah Nyata saat di Jepang

Malu bertanya, sesat di Jalan. Mau bertanya, Ngga sesat di Jalan !!! Yeah, ini bukan sekedar pepatah kuno tapi fakta. Hal ini saya alami saat berada di Jepang dan terus terang, saya tak akan pernah melupakan peristiwa tersebut. Sebuah peristiwa yang membuat saya makin kagum dengan Negeri Matahari Terbit.

Mau Bertanya, ngga Sesat di Jalan

Sebelum sampai di Jepang, seorang kawan sempat bercerita pada saya tentang pengalamannya bertanya jalan pada remaja Jepang. Teman saya yang tak bisa bahasa Jepang hanya memanggil remaja tersebut dan dengan mimik bertanya ia menyodorkan kartu nama Hotel tempat ia menginap sebagai isyarat, “Bagaimana saya bisa ke sana?”.

Remaja Jepang yang tak bisa bahasa Inggris dan Indonesia pun ternyata memberikan respon yang mengejutkan. Karena tak mampu menjelaskan, maka ia mengantar kawan saya tersebut sampai di depan hotel persis. Padahal dari lokasi bertanya sampai ke hotel, mereka harus naik bis ganti 2x. Dan taukah anda??? Remaja tersebut pulangnya kembali naik bus yang sama namun dengan arah terbalik. Artinya??? Si remaja hanya mengantar dan kemudian kembali ke lokasi semula. Hmmm bisa jadi kan???? Luar biasa ya pedulinya mereka terhadap orang asing yang bertanya.

Pertama saya kira pengalaman tersebut hanya sekedar pengalaman satu juta orang banding satu. Saya pun tak terlalu memikirkan hingga akhirnya saya sampai di Jepang dan mengalami sendiri kejadian tersebut. Tak hanya sekali, bahkan beberapa kali!!! Berikut 2 diantara beberapa pengalaman saya bertanya di Jepang:

naik-bus-di-jepang

Naik bus di Jepang, lewat pintu tengah. Nanti keluarnya lewat pintu depan

Jadwal bus di halte

Jadwal bus di halte – ada yang pakai romanji ada yang hanya kanji doang

1. Bertanya Bagaimana cara ke Stasiun Nagano

Mencari Taxi di daerah Nagano??? Hmm tak semudah mencegat taxi di Jakarta. Taxi hanya ada dibeberapa tempat saja. Selebihnya jika ingin naik, ya telpon terlebih dahulu. Telpon??? Lupakanlah, karena saya tak bisa berbahasa Jepang, jadi bagaimana mungkin bisa pesan taxi? Satu satunya cara adalah naik bus, dan tamatlah riwayat saya, karena saya seorang diri dan tak tahu cara naik bus dan naik bus yang mana untuk bisa sampai ke stasiun Nagano juga saya tak tahu.

hal-2-poll-taxi-jepang

Tempat nongkrong para taxi

Akhirnya secara spontan saya mencegat seorang wanita usia sekitar 18 tahun yang tengah berjalan cepat. Meski bahasa saya kacau, ternyata wanita tersebut tahu maksud saya. Ia pun memberi isyarat untuk saya mengikutinya.

Kami berhenti di sebuah halte sekitar 20 meter dari tempat kami berdiri. Lalu ia menjelaskan bahwa huruf kanji yang ia tunjuk artinya adalah stasiun nagano. Kemudian ia menunjukkan angka angka dibawahnya yang artinya adalah jam jam dimana bus akan berhenti di halte tempat kami berdiri sekarang.

Namun karena wajah saya masih menunjukkan kebingungan, ia pun berkata lagi yang kurang lebih artinya “Oke jangan kuatir saya akan menemanimu sampai bus datang”. (jujur saat itu saya tak tahu gadis tersebut bicara apa hahaha… Penjelasan saya ini saya ketahui setelah saya dijelaskan oleh suami bagaimana cara naik dan melihat jadwal bus dihari lain).

hal-4-naik-bus-di-jepang-8

Duduk dekat pak sopir

Akhirnya setelah 15 menit yang terasa sangat lama (saya merasa sangat tidak enak karena gadis tersebut terlihat sedang buru buru. Ia beberapa kali melihat jam dan melakukan SMS. Saya sudah 2x bilang supaya ia meninggalkanku tapi 2x pula ia berkata “Tak apa apa, saya lebih mengkhawatirkanmu”. Hmmmm).

Ketika bus datang, ia pun menitip pesan pada supir bus dengan bahasa yang saya tak mengerti tentunya, setelah itu ia turun dengan sebelumnya menegok ke saya dan membungkuk dengan hormat ala Jepang. Kemudian sang sopir kurang lebih mengatakan, “Tidak apa apa, kamu aman disini. Saya akan memberitahu nanti jika sudah sampai Stasiun Nagano”. Sang Sopir pun menyuruh saya duduk di dekat dia. Luar biasa bukan???

2. Bertanya Lokasi

Pengalaman lainnya adalah saat saya bertanya pada petugas penjaga loket Kereta Api. Saat itu saya bertanya bagaimana caranya menuju sebuah tempat. Seperti biasa saya bisa bertanya namun kemudian gagal mengartikan jawabannya heheheee. Menyadari saya tak mengerti apa yang ia katakan, sang penjaga loket langsung sibuk bertanya pada teman temannya apakah ada diantara mereka yang bisa berbahasa inggris.

Mereka kemudian sibuk mencari peta dan karena tidak dapat, mereka pun mencoba menggambar peta dan dengan wajah gembira mencoba menjelaskan pada saya. Saya pun sukses sampai ke lokasi tujuan dengan peta hasil gambaran mereka.

KESIMPULAN

Dari pengalaman saya ini, ada satu hal yang bisa saya petik, yaitu Jangan Malu Bertanya. Karena ketika kita Mau bertanya, Maka Ngga akan Sesat di Jalan. Nyatanya, bahasa tak menghalangi saya untuk mencapai lokasi yang saya tuju meski saya seorang diri di negara asing yang saya tak tahu bahasanya. Inilah yang namanya kekuatan, “Mau bertanya, Ngga sesat di Jalan”.

Semoga artikel ini bermanfaat ya. Dan seperti biasa, jika saya menulis tentang kebaikan dari negara lain bukan berarti saya tak sayang negeri sendiri, Indonesia. Ini hanya sebuah pengalaman yang mungkin saja bermanfaat sebagai bahan perenungan, penambah wawasan atau semacamnya. Salam Seru selalu.