Kunjungan ke Pabrik Frozen Food Babarafi

Senang sekali kemarin mendapat undangan untuk mengunjungi pabrik makanan, Babarafi. Saya senang kalau bisa mampir ke lokasi untuk melihat proses pembuatannya langsung. Karena bisa melihat sendiri bahan apa yang digunakan dan bagaimana proses makanan tersebut dibuat. Dan yang membuat saya lebih bahagia, ternyata Zara anak saya, juga tertarik. Jadinya selama 4 jam acara, Zara tidak rewel. Zara, semoga pengalamanmu bersama mama jalan kesana kemari bisa menjadi bekal yang baik untuk masa depanmu yah hihi.

babarafi-caturguna babarafi-zaraSebetulnya undangan ini untuk supaya kita para blogger mengulas tentang bagaimana bisnis Franchise Babarafi. Namun karena portal ini saya dedikasikan untuk menceritakan pengalaman, maka saya tak terlalu ingin membahas bisnis babarafi dan artinya artikel ini tentunya tidak bisa ikut dalam perlombaan tersebut hehe. Dan, inilah hasil dari kunjungan ke Kantor / Rumah Produksi Babarafi yang ada di Jl. Fatmawati no 33 Jakarta Selatan.

Agak terkejut. Karena begitu memasuki ruangan penyimpanan bahan baku, ternyata bahan bahan yang digunakan oleh Kebab Babarafi adalah merek merek yang terkenal, seperti salah satunya adalah produk Dell Monte. Kemudian untuk daging, ia menggunakan daging segar import langsung dari Australia dan New Zealand dengan kuantiti sehari ia memproduksi 1 ton daging kebab !!! Dagingnya masih menul menul merah segar. Bukan daging yang sudah berwarna coklat. Keren juga ya.

babarafi-pembuatan babarafi-nilamsariUntuk sayur dan rempah juga menggunakan suplier yang sangat familiar namanya di dunia industri makanan. So, soal kualitas, cukup meyakinkan bukan? Tak lagi ada keraguan untuk menyantapnya. Dan apalagi semua dibuat tanpa penambahan bahan pengawet. “Sebetulnya semua makanan beku itu tidak perlu diberi bahan pengawet. Karena dengan di bekukan ia otomatis menjadi awet”, kata Nilamsari, pemilik Merek Dagang Babarafi ini.

Lanjutnya, “Makanan beku juga sebetulnya bisa tahan sangat lama, bahkan 6 bulan setelah tanggal kadaluarsa, sebetulnya juga masih boleh dimakan. Makanan beku juga bisa saja sebelum tanggal kadaluarsa sudah rusak jika penyimpanannya tidak betul. Jadi, mudahnya, untuk tahu makanan beku itu masih boleh dimakan atau tidak, kita lihat dari bentuk dan rasa. Jika sudah berbeda, maka artinya sudah tidak layak makan”. Hmmm… tambahan pengetahuan.

Jadi teringat oleh salah satu teman di Indonesian Foodblogger yang sekali memasak untuk stok suaminya selama 3 bulan. Kok? Ya karena anak anaknya di amrik, jadi dia sering bolak balik Indo Amrik. Dan sekali pergi amrik, ia penuhi freezer kulkas dengan masakan yang dikemas perporsi untuk makan suaminya selama 3 bulan. Dan tentunya itu tanpa bahan pengawet. Semua serba beku dan dikemas untuk sekali makan.

Produk Babarafi Online

Di Rumah Produksi ini hanya membuat kebab. Tapi kok di toko onlinenya banyak banget jenisnya termasuk aneka dimsum??? Ternyata Babarafi juga menjadi semacam jembatan bagi para UKM yang ingin berkembang. Pandai memasak belum tentu bisa pemasarannya bukan? Nah Babarafi ini menjadi bagian pemasaran mereka. Namun dengan sejumlah syarat termasuk salah satunya produk harus halal dan kebersihan juga kualitas bahan harus sesuai dengan standart yang ditentukan Babarafi, termasuk dilarang menggunakan bahan pengawet.

babarafi-cirengDan yuhuuuu, saya jatuh cinta banget sama produk Cirengnya !!! Entahlah, mungkin karena saya tidak pernah makan cireng selain cireng abang abang pinggir jalan caxaxaxa, makanya begitu kena cireng produksi rumahan (UKM yang produknya dipasarkan oleh Babarafi) rasanya begitu enak!!!

Gurih renyah kenyal namun berasa banget segar dan higienisnya. Beda sama abang abang pikulan yang kadang cirengnya kalau ga alot seperti sendal jepit ya, kenyalnya atau gurihnya kebangetan sehingga membuat curiga akan bahan bahan tambahan yang marak mengerikan. Dan disini saya bisa makan tanpa perasaan takut karena telah melihat sendiri standart dari Babarafi.

Dan yang paling membuat saya yuhu yahai adalah sambal cirengnya!!! Asli sambal rujak ini enaknya pakai banget. Saya mungkin menyebutkan blasteran sambal rujak dengan sambal bangkok. Seger banget.

babarafi-siomay babarafi-money-bag babarafi-kulit-tahu babarafi-hakauSelain cireng, saya juga suka dengan Hakau-nya. Berbeda dengan makanan beku lain yang pernah saya coba. Hakau-nya terasa masih segar seperti baru bikin. Udangnya masih terasa basah (tidak kering kaku). Dan juga Zara suka sama siomaynya. Hmmm, baru kali ini saya bersemangat akan produk makanan beku.

Kalau boleh jujur, produk dimsumnya jauh lebih enak daripada beberapa merek dimsum beku terkenal yang dijual di Pasar Swalayan dan bahkan juga lebih enak dari beberapa resto dimsum tanggung hihi. Resto dimsum tanggung? Yeah kalau resto dimsum besar semacam Imperial Kitchen, Hong Kong Cafe, Jade Imperial, The Duck King, Tawan dll so pasti mereka lezat bin mustajab karena memang harga juga beda.

Namun, jujur terhadap produk kebabnya sendiri, saya belum menemukan yang cocok dengan selera. Mungkin karena saat itu saya salah mencoba ya. Maklum ada banyak banget jenis kebabnya, mulai dari rasa sapi, ayam, bahkan buah buahan. Sapi dan ayamnya pun macam macam. Dari sekian banyak kebab, saya cuma mencoba 2 macam kebab yang tersisa hohoho. Soalnya selagi saya menikmati dimsum, ternyata kebabnya sudah habis xaxxaa dan sempet ngambil yang sisa aja dan itu pun dingin. Ya nanti lain kali akan dicoba lagi. Mungkin dari sekian rasa bakalan ada yang nyangkut di hati, atauuu mungkin jika dimakan panas panas, rasanya beda??? Bisa jadi.

babarafi-kebab-piscok babarafi-kebabJadi kesimpulannya, saya pribadi setelah kunjungan ke pabrik ini pastinya akan jadi pelanggan makanan kemasan di babarafionline xxaaxaaa. Soalnya cocok dilidah dan memang harganya sesuai untuk kualitas yang didapat. Untuk anda? Ya monggo dicoba, kalau uda nyoba kasih komentar di artikel ini ya hehe.

Semoga artikel ini bermanfaat dan oya, soal harga produk Babarafionline bisa intip langsung ke web nya di www.babarafionline.com

——————————————————————–

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/
Email : caturguna.ang@gmail.com

 

  • Add Your Comment