‘Kesegaran’ membuat Warung Cere Terkenal – Meski tanpa Papan Nama

Pengalaman makan kali ini cukup unik sehingga saya sangat bersemangat menceritakan. Bukan hanya karena dapat makanan murah, all you can eat 17.000 rupiah, tapi karena memang banyak hal ‘primitif’ yang ingin saya pamerkan kepada sahabat jakartaseru semuanya. Mulai dari lokasi yang ditengah belantara, ikan fresh dan bahkan sayurannya metik di ilalang yang tumbuh di belakang warung, hingga cara pesannya yang beda dari yang lain. Penasaran? Ikuti kisahnya ya

Yolanda – sahabat kakak saya Sophia – yang hobi kulineran dan piawai mendapatkan kuliner asyik nan seru, datang menjemput kami dirumah. Kami tak bertanya akan makan dimana, dia pun tak mengatakan dengan jelas, “Pokoknya kamu pasti suka”, katanya. Hm,… oke …

Sekitar 40 menit dari rumah, sampailah kami di perbatasan antara Desa Kranggan Tangerang Selatan dan Cisauk Kabupaten Tangerang. Ups, “Yo kemana ini?”, kata kakak saya. Karena tak jauh sebelum jembatan, tiba tiba Yolanda belok kanan kearah jalan tanpa aspal. Sepanjang mata memandang hanya ada rerumputan, tanah lapang dan bekas galian pasir plus danau. Lalu kurang lebih, 2 menit kemudian tampaklah saung saung diantara beberapa pohon dan mobil mobil yang parkir. “Ini dia”, kata Yolanda.

“Kalau kesini jangan pas jam makan siang, penuh ga bisa duduk. Datangnya juga jangan kesiangan karena bakalan kehabisan ikan yang menjadi primadona disini”, kata Yolanda menjelaskan. Hari itu kami datang Jumat siang saat waktunya sholat jumat. Jadi tempat makan masih lumayan sepi.

Warung cere bu kartini

selalu penuh dengan mobil

Warung cere bu kartini

Kakak saya Sophia dan Anakku si Zara

Mamaku dan kakakku

Mamaku dan kakakku

Warung cere bu kartini

Pemandangan dari tempat duduk saya

Namanya SAUNG KARTINI. Tapi jangan harap anda akan menemukan plang. Karena warung ini benar benar warung tradisional. Warung yang tenar karena keunikkannya. Mulut ke mulut, tak hanya warga sekitar yang datang kemari, bahkan banyak orang Jakarta yang sengaja datang kemari. Bukan, bukan untuk mengejar harga 17.000 rupiah. Karena dibanding ongkos bensin, tentu menjadi timpang. Tapi bacalah artikel saya ini secara utuh dan anda pun akan tergiur untuk mampir kemari.

Sebelum saung ini menjadi begitu terkenal, ternyata ia memiliki kisah sejarah yang panjang. Lebih dari 30 tahun silam, Ibu Kartini mulai dagang makanan. Keterbatasan modal membuatnya berpindah pindah lokasi sebelum akhirnya ia menetap disini sekitar 5 tahun lalu. Awalnya, warung ini hanya menyediakan makanan untuk para kuli yang bekerja di kawasan ini.

Namun entah siapa yang pertama kali membocorkan kelezatan masakan Bu Kartini, tiba tiba warung ini ramai di datangi mereka yang bermobil, mulai dari mobil biasa sampai mobil mewah. Dan para kuli pun kini justru tak lagi terlihat. Hmmm pergeseran pelanggan hehehe.

Cara Memesan yang Unik

Disini cukup katakan, “5 orang” atau “9 orang” atau berapapun kalian datang bersama. Kemudian pesanan akan datang. Habis ngga habis sajian yang diberikan, perorang pokoknya bayar 17.000 rupiah. Tentu harga ini belum termasuk menu tambahan dan juga minuman.

Menunya apa? Menu utama yang pasti masuk dalam tagihan 17.000rupiah adalah ikan, nasi, sambal, lalap dan tahu tempe. Namun, ikannya ikan apa, ini rahasia alam hihihi. Karena mereka benar benar memasak hanya ikan yang bisa mereka tangkap di hari itu. Mau dapat ikan jenis apa saja, ya itulah yang dimasak dan disajikan ke pelanggan. Jadi jangan kaget ketika hari ini atau besok kesana, lalu dapat ikan yang berbeda. Seru ya. “Jadi ikan yang kami sajikan ini semua fresh baru ditangkap dari kali cisadane situ lalu diolah. Kita ngga beli ikan di pasar, kesegarannya beda. Kalau hasil tangkapan lagi sedikit ya kita juga cepet tutup. Pokoknya selama ada ikan kami masih buka. Tapi umumnya sih kita baru tutup jam 4 sorean”, kata si mba yang melayani.

Sementara untuk sayur asem, pepes dan beberapa menu dadakan lainnya, disebut sebagai menu tambahan. Tapi yakinlah beli menu utama saja sudah kenyang banget!!! Porsinya besar !!! Sambalnya nampar!!! “Makan pake sambel aja enak”, kata mama saya yang juga ikutan kulineran.

Warung cere bu kartini

Sederhana itu nikmat banget

Warung cere bu kartini

Kebayang donk nikmatnya minum kelapa di suasana seperti ini

Warung cere bu kartini

BTW kenapa ga ada foto saya nih hahaha, dan yang baju kuning paling kanan itulah Ci Yolanda

Ikannya benar benar fresh sehingga rasanya pun beda. Tampilannya sangat biasa. Sungguh sangat biasa. Tapi begitu di gigit, ia sangat renyah di luar dan manis lembut di bagian dalam. Asli, ini ikan terenak yang pernah saya makan!!! Menurut Yolanda, jika masih pagi kesini, kadang bisa dapat signature dish warung ini, yaitu Ikan Cere. Saking enaknya warung ini sampai juga disebut sebagai WARUNG CERE. Sayang saat kami kesana, ikan cere-nya sudah habis.

Penasaran kenapa ikan, tahu dan tempe plus hidangan lainnya termasuk nasi, bisa begitu nikmat. Maka saya mampir ke dapurnya. Wow ternyata semua masih dikerjakan secara tradisional. Tak hanya dapurnya yang tradisional tapi cara ‘hidup’ warung ini pun tradisional.

Seperti saya ceritakan diatas, bahwa Ikan yang dimasak adalah asli ikan tangkapan dari Kali Cisadane di hari itu. Tidak disimpan tidak pula ikan dari pasar. Semua Fresh. Termasuk beberapa sayur mayur juga hasil budidaya di sekitar saung. Sahabat Jakartaseru bisa melihat di foto kan disini banyak tanaman. Yeah, beberapa sayurannya mereka memetik sendiri. Wow banget kan. Jadi ngga heran kalau masakannya enak, karena semua serba fresh.

Warung cere bu kartini

Dapur yang tradisional, menghasilkan cita rasa kampung yang sangat sedap

Warung cere bu kartini

Ikan Cere yang lengendaris itu (dokumen foto Yolanda)

Warung cere bu kartini

Masih tradisional banget

Warung cere bu kartini

Di kebun sinilah beberapa sayuran di petik

Warung ini buka dari jam 8 pagi sampai dengan masakan habis. Biasanya itu tadi jam 4 sorean sudah habis. Nah bagaimana dengan anda??? Asli sangat rekomendasi. Jika anda berdomisili di Jakarta, cobalah mampir. Jika di peta, jaraknya hanya sekitar 2 km dari AEON Mall. Sayang, asli saya lupa menanyakan alamat resto, tapi buat navigasi bisa telp ke HP pemilik warung : 083813318837. Karena awalnya sudah niat banget untuk minta alamatz dan no HP saat bayar, tiba tiba ternyata sudah dibayarin. Lalu saya pun lupa ke kasir jiahahahaaa. Namun jika anda benar benar ingin kemari, warga sekitar tahu kok jika anda bertanya WARUNG CERE /  SAUNG KARTINI. Selamat berburu Ikan Cereeee.

 

    1. nova August 24, 2016
      • Catur Guna August 25, 2016
    2. Memez August 24, 2016
    3. April Hamsa August 24, 2016
      • Catur Guna August 25, 2016
    4. Jade Ayu August 25, 2016
    5. Rosid August 25, 2016
      • Catur Guna September 5, 2016

    Add Your Comment