Jepang – Negara yang Nyaman untuk Berbelanja Bahan Makanan

Belum pernah saya merasa begitu nyaman berbelanja bahan makanan seumur hidup saya, seperti ketika saya tinggal di Jepang. Entahlah pengalaman orang lain, tapi setidaknya inilah yang saya rasakan :

Kisah Diskon Up to 90%

Sudah ke Jepang, rugi jika tidak mencicip daging sapi kualitas premiumnya (Shinsu Beef – nama daging premium di Nagano). Dan saya adalah salah satu orang yang senang hunting daging sapi premium diskonan. Terdengar ngeri??? Diskon berarti sudah ngga bagus — no no. Karena di Nagano Jepang, daging yang sudah dipotong lewat beberapa jam saja dan belum laku, langsung ditempel sticker “Diskon 20%”. Jika sudah lewat sehari diskon bisa mencapai 70%.

jepang-shinshu-beef jepang-daging-sapi

Sehari? Ehem, saya bukanlah ahli daging dan saya rasa beberapa anda juga seperti saya. So, sebenarnya penampakan daging yang baru di potong dan daging yang telah di diskon 70% ini ngga beda (bagi saya). Rasanya? Juga sama sama enak dan muaknyuuusss.

Perburuan daging diskonan inilah yang membuat saya kadang bisa sehari dua kali ke Supermarket hanya untuk melihat apakah ada daging diskonan yang bisa saya beli atau tidak. Jarang sekali saya mendapat daging yang 70% karena memang biasanya daging sapi cepat sekali lakunya.

Namun sesekali dalam sebulan, saya bisa mendapatkannya. Dan ini adalah suatu kegembiraan yang luar biasa karena merasa bisa menghemat 70% untuk rasa yang sama xaxaxaa.

Selain daging sapi, bahan makanan dan buah buahan juga bernasib sama. Harga komoditi yang sudah lama pasti akan berbeda dengan komoditi yang baru saja datang dan masih segar. Jadi, Rak Diskonan merupakan salah satu tujuan pertama saya ketika masuk ke Supermarket atau orang Jepang menyebutnya Supa. Di rak diskonan ini bahkan untuk makanan kaleng ayang mendekati expire atau barang yang kardusnya sudah jelek sekali, bisa diskon sampai 90%.

Ada Harga Ada Kualitas

Anda bingung dengan banyaknya merek untuk 1 macam barang yang anda butuhkan??? Tak usah bingung, berdasarkan pengalaman saya, harga termahal sudah pasti enak dari harga yang ada dibawahnya.

jepang-anggur

Contoh mudahnya adalah saat berbelanja Buah. Terus terang saya sama sekali tidak tahu cara memilih buah. Dan di Jepang sini saya mendadak menjadi orang yan piawai mendapatkan buah yang lezat.

Karena, ketika ingin mendapatkan buah yang segar dan enak, saya tinggal memilih harga buah yang mahal. Semakin mahal harganya, dijamin rasanya akan semakin enak. Seperti ketika saya membeli Anggur Nagano. Saya pernah membeli yang harga murah meriah dan pernah pula mencicip yang lebih mahal (meski bukan yang paling mahal).

Secara tampilan, anggur tersebut seperti sama. Namun ketika dimakan, hmmm inilah perbedaannya. Anggur yang murah, enak dan manis, selesai. Sementara anggun yang mahal??? Segar, Enak dan Manis sekali. Sebiji anggur, dapat meninggalkan jejak rasa hingga beberapa menit ke depan. Alhasil saya makan 3 biji saja sudah merasakan kepuasan yang belum pernah saya rasakan dalam makan anggur sebelumnya.

Begitu juga dalam hal membeli Air Putih. Mungkin anda akan kaget dengan harga air putih di Jepang. Ada air yang hanya 49 Yen perbotolnya namun ada yang berharga 160 Yen Perbotol. Jauh sekali bukan bedanya!!! Bagaimana dengan rasanya?

Saya tidak pernah membeli yang paling mahal, saya hanya pernah mencoba murah 49 yen dan 79 yen. Rasanya ternyata berbeda. Yang murah terasa lebih ‘nyangkut’ di leher. Sementara yang agak mahal rasanya mengalir segar sekali di tenggorokan.

jepang-peach

So, di Jepang??? Mau yang enak, pilih yang mahal. Mau yang murah, anda dapat kualitas sesuai harga. Tak ada aksi tipu tipu, seperti barang murah dijual mahal. Disini semua dijual sesuai kualitas. Benar benar sebuah kenyamanan berbelanja yang baru di Jepang ini saya rasakan.

Bahan Makanan yang  Alami

Entahlah, saya memang tak bisa membaca kanji dan tak paham berinteraksi dengan bahasa Jepang pula. Namun berdasar pengalaman otodidak, saya merasa bahan bahan makanan di Jepang sangat alami dan jauh dari kesan Kimia.

jepang-susu-kemasan

Seperti Susu Kemasan. Jika di Indonesia masa Expire susu kemasan bisa sampai berbulan bulan, maka masa expire susu kemasan di Nagano ini, hanya terhitung dalam hitungan minggu. Rasanya pun sangat segar seperti susu sapi murni yang jika di Indonesia beli langsung di pemerahan susu sapi.

Telur. Beratus ratus butir yang telah saya beli selama di Jepang, semua memiliki kualitas yang sama. Yaitu cangkang yang keras tak mudah retak apalagi pecah (bahkan pernah ketika mencuci dan terjatuh (ketinggian sekitar 10 cm), tapi telur tidak pecah). Bagian dalam telur juga kuning orange yang cantik. Dengan kuning yang gendut (tidak ceper).

Sayur. Sayur sayuran disini ditanam secara organik. Rasanya sangat segar dan beberapa agak berbeda dengan sayur di Indonesia. Misalnya Kol. Kol di Jepang memiliki rasa manis alami yang sangat segar. Taoge juga memiliki rasa kres yang lebih indah.

jepang-sayur jepang-kulkas

Hmmm… kira kira inilah pengalaman saya berbelanja di Supa di Jepang. Sebuah pengalamanan berbelanja yang nyaman dan tidak ada aksi tipu tipu sang penjual. Tak ada barang murah dijual mahal.

Supermarket di Jepang

Oya, saya pribadi tidak tahu apakah di Nagano Jepang ada pasar tradisional atau tidak. Yang jelas selama di sana, saya tidak pernah melihat pasar tradisional dan selalu berbelanja di Supermarket untuk semua kebutuhan sehari hari. Dan ngga ada loh namanya kembalian pakai permen atau disumbangkan xixiiii… 1 yen pun akan dikembalikan berupa uang.

jepang-tsuruya jepang-parkiran

Kasir juga akan menyebutkan nama barang dan harganya keras keras saat menginput data belanjaan kita. Sehingga nyaris tidak pernah saya berbelanja (meski banyak) dan ada yang salah harga atau salah jumlah. Tak ada namanya beli 1 bayar 2 karena kasir salah input data dan sebagainya.

Oya, untuk di Tsuruya dan beberapa supermarket besar lainnya,  jika membeli maka kasir hanya akan menghitung jumlah belanjaan kita. Kita harus mengemas sendiri belanjaan kita pada meja pengemas. Kita boleh mempacking belanjaan kita degan kardus atau pun plastik. Semua disediakan. Di Indonesia, mirip dengan jika kita berbelanja di Lotte Mart.

jepang-karyawan jepang-packing-sendiri

Any way, semoga pengalaman saya ini bermanfaat ya. Dan semoga bisa dipetik hikmahnya. Dan berharap suatu saat bisa berbelanja di Indonesia dengan perasaan yang nyaman seperti ini.

Bonus Info 😀 Bersepeda di Jepang sangat nyaman, mulai dari jalanannya sampai dengan parkiran untuk sepeda yang luas di semua lokasi perbelanjaan. Dan inilah sepeda andalan saya selama di Jepun.

jepang-sepeda-andalan jepang-belanjaan

—————————————————————————————-
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/
Email : caturguna.ang@gmail.com

  • Add Your Comment