JakartaSeru Boyongan ke Kuala Lumpur Malaysia

Haiii … Mulai hari ini JakartaSeru akan banyak berisi tentang kisah kisah di Malaysia. Karena Kami (Anggun Nugroho, Catur Guna dan Zara Nugroho) akan berlibur sebulan di Kuala Lumpur.

Bandara-1

Sebagai permulaan, saya ingin bercerita dahulu tentang pengalaman selama di Bandara menuju Malaysia.

Ketika Check In, anda akan ditanya “Mau tinggal berapa lama?”. Jawab sesuai rencana anda. Info setahu saya, kita memiliki batasan waktu 1 bulan lamanya untuk berada di Malaysia (liburan). Dan kemudian setelah ditanya kita harus membayar airport tax 150.000 IDR/ orang.

Oya sebagai pengetahuan tambahan, untuk perjalanan International, pada tiket pesawat selalu tertulis “datang 2 jam sebelum jadwal keberangkatan” – menurut hemat saya, sebaiknya jangan di abaikan peringatan tersebut. Karena penerbangan ke Luar Negeri itu harus melalui proses pemeriksaan paspor yang antriannya tak terduga. Seperti pengalaman saya kemarin, saat saya check in, antrian di imigrasi sepi. Saya lalu keluar sebentar untuk berpamitan dengan sahabat saya yang mengantar : Juanita Wiraatmaja dan Wiempi Mahardi beserta anak mereka Evander. Hanya cipika cipiki yang tak sampai 10 menit dan woooww antrian panjang sekaliiii !!!

Rombongan umroh dengan ratusan peserta jumlahnya memenuhi antrian imigrasi dan alhasil saya pun terjebak antri selama setengah jam lebih. Artinya??? Pada tiket tertulis boarding jam 8.20 dan saya baru lolos dari antrian jam 8.38. OMG !!! Tanpa di duga lagi, ternyata Gate tempat boarding saya berada di paling ujung ruangan. Dengan berlari terbirit birit sekitar 2 menit sampailah saya di tujuan dengan kondisi penuh keringat (maklum lari sambil bawa koper dan gendong zara) – Ups kemana sanga suami Anggun Nugroho??? Kok saya harus bawa koper sekaligus gendong Zara sendirian??? Yeah, suamih sudah terlebih dahulu berada di Malaysia, dan keberangkatan saya dengan Zara hari itu adalah dalam rangka menyusul.

Bandara-2

Beruntung penumpang belum dipersilahkan masuk pesawat. Saya pun duduk dan baru 2 menit istirahat ternyata dipanggil masuk ke pesawat dan pesawat pun lepas landas tepat pukul 9. Bayangkan, andai saya terlambat sedikit, saya tidak bisa masuk pesawat dan bye bye tiket.

Oya, seingat saya dulu ke Malaysia (saat dipesawat) kita harus mengisi selembar kertas yang berisikan pertanyaan pertanyaan termasuk diantaranya “Berapa lama kita tinggal di negara tujuan” dan barang barang apa saja yang diluar kategori yang diperbolehkan dibawa, semisal pertanyaan apakah kita bawa narkoba? senjata tajam? dll. Nah dalam perjalanan kami kali ini, kertas tersebut tidak ada. Saya pun jadi teringat, mungkin itu alasan ketika check in kita ditanya akan berapa lama tinggal di Negara Tujuan. Wow, bepergian ke Luar Negeri sekarang jauh lebih mudah ya.

Perjalanan dari Jakarta ke Kuala Lumpur membutuhkan waktu 2 jam dalam penerbangan langsung. Jika anda menggunakan maskapai Lion Air sebaiknya membawa bekal makan atau minimal sudah makan terlebih dahulu. Karena di Lion tidak disediakan makanan / roti. Pramugari / pramugara yang membawa kereta berjualan snack pun hanya menjual biskuit dan minuman. Namun jika anda menggunakan Garuda Indonesia. Di pesawat ada layanan makanan gratis berupa nasi. Isiannya pun anda bisa memilih kategori Muslim atau Non Muslim (Bisa anda pilih ketika memesan tiket).

bandara-3 bandara-4 bandara-5

Oke, Kira kira inilah cerita awal liburan kami di Malaysia. Nantikan kisah kisah lanjutannya yaaa, tetap salam JakartaSeru !!!

  • Add Your Comment