Jakarta Seru – Nonton Wayang Orang Kebanggaan Bangsa

Kangen Kampung di Jawa sana??? Atau kedatangan tamu dari Luar Negeri dan bingung mau di ajak kemana??? Yuk mareeee, ajak aja ke Gedung Bharata Purwa di kawasan Senen Jakarta Pusat.Disana kita bisa melihat pertunjukkan wayang orang plus menikmati ketoprak (makanan khas Jakarta).

Ups tapi bukan berarti makanannya gratis heheee. Tapi ketoprak nya beli sendiri di depan gedung dan boleh kok dibawa masuk dan dimakan sambil nonton wayang. Jadi kalau di bioskop kita beli pop corn dan makan sambil nonton film, maka disini kita makan ketoprak sambil nonton ‘ketoprak’ (wayang).

Saya pribadi, merasa sangat tertegun dan bangga begitu memasuki area teater ini. Luar biasa. Ternyata begitu megah dan penontonnya, wooowww semua memakai mobil keren dan nyaris semua datang dengan pakaian rapi. Mayoritas yang pria menggunakan jas, sedangkan beberapa Ibu Ibu tampak disanggul sasak dan menggunakan pakaian berbahan sutera.

Gileee … lebih bonafit daripada nonton XXI Premier. Hahahaa kemana aja nih aku, hari gini baru tahu ada tempat pementasan wayang orang yang sangat membanggakan negeri.

 Gedung Bharata Purwa di kawasan Senen Jakarta Pusat

Pengunjungnya pun banyak. Terkadang malah sampai menolak penonton karena kursi sebanyak 245 ini, penuh. Oya, saya iseng iseng juga nanya sama beberapa penonton. Yang pertama saya bertanya pada bapak bapak dengan jas dan rambut klimis. Dia mengaku, Tiap malam minggu selalu datang kemari bersama istri dan ke 3 anaknya. Padahal rumahnya sangat jauh menurut saya, yaitu di Cinere Jakarta Selatan. “Saya suka wayang karena nilai filosofisnya tinggi. Apalagi ini diperankan oleh orang langsung. Sensasinya luar biasa”.

Lalu saya bertanya juga pada gadis usia 20an yang rela antri untuk mendapat tiket nonton wayang ini. “Apa ngga malu, hari gini nontonnya wayang?, tanya saya. Jawabnya, “Loh kok malu??? Saya justru bangga. Karena wayang ini bagus.

Lalu tak menyerah, saya bertanya pada gadis seusiaku yang juga ikutan antri (sampe antri looo, kursi sebanyak 245 ini seringkali bahkan penuh), “Gak malu apa hari gini masih nonton wayang aja?”, “Lo, ini bagus. Jangankan saya, adik sepupu saya yang masih SD aja sering merengek untuk diajak nonton wayang orang disini” … huiiiik lagi lagi kali ini jantung saya yang melompat kegirangan. “Hebaaat”.

Tapi ada satu hal yang anda harus tau supaya ngga kaget, yaitu pertunjukkan ini dipentaskan dengan menggunakan bahasa jawa halus. So, saya sendiri ngga tau mereka omong apa hehehee.

Cuma, kita masih bisa mengerti alur ceritanya kok. Yaaa seperti kalau nonton bioskop berbahasa Inggris, biar kita ngga bisa bahasa inggris, tapi tetep bisa ngerti karena ada text bahasa Indonesia dibawah. Nah demikian juga di teater ini. Biar pake bahasa jawa halus, tapi dibagian atas panggung ada running text yang bertuliskan sinopsi adegan yang sedang berlangsung.

catur guna jakarta seru di wayang bharata


Asal Usul Wayang Bharata

Mulanya sih wayang orang yang ada di Jakarta dan bertempat di gedung ini adalah kelompok Pancamurti (belum Bharata). Saat itu di tahun 1963. Di modali Bapak Suyono, terkumpullah para wayangers … ups hehehe maksudnya pada lakon pewayangan. Mereka dibayar perpentas dimana hampir setiap hari mereka melakukan pementasan. Namun, pada tahun 1971 Gedung yang memang milik Pemda DKI ini diminta kembali oleh pemiliknya. Para pemain Pancamurti pun terbagi menjadi 2. Ada yang tetap tinggal di gedung ini meski namanya harus berganti menjadi Bharata, ada yang memilih tetap dengan nama Pancamurti dan pindah ke Tanjung Priok.

Namun, grup Pancamurti nampaknya tak mampu bertahan dan bubar. Beruntung Wayang Bharata masih mampu tetap bertahan meski Jakarta sudah begitu modernnya. Kejayaan pewayangan ini akhirnya mampu mengirimkan mereka sampai ke Jerman pada tahun 1981, ke Istanbum Turki pada 1983 dan pada tahun 1999 ke Belanda.

Namun, sepulang dari Belanda tiba tiba mereka mendapat kabar mengejutkan. Gedung akan direnovasi. Janjinya sih 2 tahun tapi ternyata hingga 4 tahun baru selesai. Selama 4 tahun yang tanpa kepastian itu, mereka yang semula sempat manggung di Gedung Kesenian Jakarta, perlahan terpecah dan vakum. Baru akhirnya ketika Gedung jadi, mereka mencoba mengumpulkan kembali seniman tersisa yang masih berdesir darahnya untuk membangun kembali kejayaan Wayang Bharata.

Meski kini pementasan hanya setiap hari sabtu malam saja. Namun semangat mereka tak pernah luntur. Mereka pun tak kekurangan generasi, karena usaha mereka akhirnya membuat tak cuma anak anak mereka tapi juga warga sekitar tertarik untuk bergabung menjadi bagian dari Lakon Bharata.

wayang orang budaya indonesia

Alur Cerita

Untuk cerita pewayangannya sendiri semacam cerita berseri yang berupa carangan atau karangan sang sutradara namun tidak terlepas dari Induknya yakni Ramayana dan Mahabharata. Seperti hari ini, saya menonton cerita tentang Ramayana tentang ANOMAN – TRIGANGGA. Ini adalah lanjutan dari cerita pada minggu minggu sebelumnya dan pada episode ini, kira kira seperti inilah kisah serunya:

Shinta (Istri Rama) diculik oleh Rahwana (kisah penculikan ini sudah diceritakan minggu sebelumnya). Lalu muncullah Kuntolo Mariam anak Rahwana yang mengharapkan pengakuan Rahwana, bahwa ia betul adalah anaknya. Rahwana menyetujui permintaan Kuntolo namun dengan syarat, ia harus mampu membunuh Rama dan Lesmana (adik Rama).

Semangat untuk diakui, membuat Kuntolo menyetujui pesyaratan tersebut. Kemudian, Kuntolo mencari Trigangga (monyet yang diangkat oleh Kuntolo menjadi adiknya) dan meminta supaya Trigangga menculik dan menghabisi nyawa Rama dan Lesmana. Rencana berhasil, Rama dan Lesmana berhasil di culik.

Disaat itu, muncullah Anoman (monyet putih) yang disuruh mencari Rama dan Lesmana. Akhirnya bertemu dan berduellah ke dua monyet ini, ditengah sengitnya peperangan, tiba tiba muncul Dewa Batara Narada dan mengatakan bahwa Trigangga sesungguhnya adalah anak Anoman yang terhilang. Pertempuran disudahi. Trigangga melepaskan Rama dan Lesmana lalu pergi menemui Kuntolo dan membunuhnya.

Inilah akhir dari cerita di episode ini dan kelanjutannya baru bisa di tonton hari sabtu minggu depannya. Inilah strategi yang dilakukan oleh Sang Sutradara supaya penontonnya bisa datang dan datang lagi. Hebat ya … hasilnya? terbukti kan? nggak tua nggak muda, semuanya pada balik dan balik lagi untuk nonton wayang Bharata.

———————————————————————————————————————————————————————–

Kategori Budaya : Wayang Orang
Nama Gedung : Gedung Bharata Purwa
Alamat : Jl. Kalilio No. 15, Senen, Jakarta Pusat
Telephone : 0856 1211842 (Pak Yunus)
                    021 9889 6844 (Bu Endang).
Harga Tiket : Rp. 25.000 kelas Balcony
                     Rp. 50.000 kelas VIP

————————————————————————————————————————————————————————-

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram @catur_guna dan @jakartaseru
Facebook : https://www.facebook.com/groups/jakartaseru/

  • Add Your Comment