Ekspedisi Asmat – Wow Buaya Raksasa dan Senjata dari Tulang Manusia

anggun nugroho

Mulut buaya itu menganga ganas. Jika diperhatikan, tampaknya mulut itu mampu menampung tubuh lengkap anak remaja dalam sekali telan. Bayangkan, gigi taringnya saja memiliki diameter nyaris sama dengan pergelangan tangan saya. Ngeriiii gede banget!!! Wiihhh pengen tau kengerian lainnya, termasuk bagaimana rupa senjata tradisional masyarakat Asmat yang terbuat dari Tulang Manusia? Dot dotin beritanya terus —

Siang itu panas membara di Kabupaten Agats. Sebuah kabupaten di Papua yang menjadi basisnya suku Asmat. Usai makan siang, saya pun langsung menuju ke Museum Asmat yang terletak di jantung kota Agats. Bangunannya tak mewah, namun cukup besar sehingga ketika masuk di dalam-nya terasa lumayan sejuk. Apalagi sambutan sang penjaga yang ramah penuh senyuman, makin bikin adem ati aja hehehee — orang Asmat memang ramah ramah, tak hanya sang penjaga, bahkan ketika bertemu di jalan saja, mereka selalu menyapa (“Selamat Pagi”, “Selamat Siang”).

Museum ini berisi beraneka macam benda yang akan menceritakan tentang kehidupan suku Asmat. Tak hanya tentang bagaimana mereka hidup, namun juga filosofi yang terkandung dalam setiap kegiatannya. Seru banget, terutama ketika kita sampai pada tempat disimpannya sebuah Buaya Air Tawar atau biasa disebut Buaya Muara. Wiiihhhh — gedenya heboh. Buaya sendiri merupakan hewan yang banyak hidup di wilayah Asmat sini. Bahkan sebelum tahun 2000, banyak warga menjadi korban keganasan buaya.

Nah soal buaya yang ada di museum ini, konon katanya sering memangsa warga setempat dan sempat ditembak namun berhasil kabur. Karena itulah kaki kirinya mengalami cacat. Dan akhirnya berhasil ditangkap pada tahun 2004 dengan cara ditembak kembali. Setelah tertangkap akhirnya di keringkan dan di letakkan di museum ini. Grrr … kebayang ga sih, di alam liar terus ketemu sama si Bu Aya yang gede gini. OMG, amit amit amit amit. Lihat yang keringan gini aja sudah merinding, apalagi lihat hidupnya.

senjata dari tulang

senjata dari tulang

museum asmat di agats papua

museum asmat ukiran

museum asmat

museum asmat

binatang khas papua

tinggi banget patungnya

Nah selain Buaya, koleksi lainnya yang bikin merinding adalah koleksi tulang tulang manusia. Weewww — tulang ini bukan untuk sesembahan yah, tapi justru untuk dijadikan senjata. Tulang dibikin runcing dan yap, jadilah senjata ampuh yang bikin musuh keracunan.

Setelah melihat yang bikin merinding, saya pun lantas terpesona dengan keahlian penduduk Asmat yang luar biasa dalam ukir mengukir. Untuk menikmati foto foto ukiran asmat, bisa lihat diartikel saya sebelumnya yang membahas tentang eksotiknya ukiran patung Asmat. Dan woowww dijamin anda pasti juga akan terpukau sama seperti saya hehee. Oke, semoga artikel saya bermanfaat yah.

(oya monggo diperhatikan foto terakhir yang saya kasih garis merah. Garis merah itu adalah tinggi orang dewasa dan wow patung itu masih menjualng tinggi hingga 3 kali lipat ukuran orang dewasa)

———————————————————————————————-
Pengalaman : Anggun Nugroho
FB JakartaSeru : https://www.facebook.com/jakartaserucom

  • Add Your Comment