Edisi Nostalgia – Tips Seru Hidup Hemat di Jakarta

Jakarta, Ibu Kota negara Indonesia. Sebuah kota Megapolitan yang memiliki tingkat konsumtif tinggi. Salles salles kartu kredit bertebaran, barang barang mewah terpajang sempurna memikat mata, mall mall ada di tiap wilayah dan kuliner kuliner menggoda selalu ada yang baru, hmmm

Saya jadi ingin berbagi tips untuk bagaimana hidup hemat di Jakarta yang super menggoda ini. Dimana terus terang saya pernah menjalani hidup super irit ini ketika belum menikah dan baru memulai karier di Jakarta. Dannn pastinya seru untuk disimak, karena semua tips ini asli berdasarkan pengalaman pribadi yang saya jalani sekitar 1 tahun lamanya. Hasilnya??? Saya tak hanya bisa memiliki Laptop hasil dari mengirit tersebut, tapi juga mendapatkan seorang sahabat sejati dan bahkan mendapatkan karier yang lebih baik di tempat kerja.

tips-irit-laptop

laptop hasil nyicil

Bagaimana ceritanya??? Hanya 1 tahun? Yup karena di sela gaji yang super minim, saya masih sombong dengan mencicil sebuah laptop yang harus dicicil selama 1 tahun dengan nominal 500.ooo/bulan. Hasilnya? Setelah dipotong cicilan laptop dan bayar kost, gaji tersisa hanya tinggal 450.ooo rupiah untuk biaya hidup sehari hari mulai dari makan, peralatan mandi, cuci dan kebutuhan lainnya. Hmmm??? Tahun 2007 sebulan 450ribu hidup di Jakarta??? Bagaimana saya mensiasatinya? Ini dia :

1. Bukan “Makan apa Hari ini”, tapi “Hari ini ada diskon apa”

Yeah, kebetulan 50 meter dari kost ada Hero. Nyaris tiap hari saya kesana. Bukan sombong, tapi saya tiap hari ke Hero karena memeriksa ada diskon apa hari itu. Lumayan karena memang hampir tiap hari selalu aja ada barang yang hampir kadaluarsa hingga mendapat potongan yang lumayan, mulai dari 20%-70%. Barangnya pun mulai dari makanan sampai perlengkapan sehari hari.

Serunya, saking tiap kesana selalu hanya barang diskonan yang saya beli, si mbak mbak dan mas mas di Hero sampai kenal dengan saya. Bukan kenal nama, tapi inilah sapaan mereka tiap saya lewat depan Hero, “Mbaaa hari ini udang Jerbung diskon”, “Mbaaa Indomienya beli 3 gratis 1 loh”, bahkan tak jarang ada kata kata ini, “Mbaaa ada rontokan anggur nih”.

Huahahahaa yes, meski ngga punya duit, saya juga perlu buah. Maka, buah yang paling murah di Hero adalah rontokan anggur. Jika 1 pak anggur berharga 35.ooo, maka dengan berat yang sama, rontokan anggur tersebut bisa saya beli dengan harga 5.ooo rupiah saja. Penghematan yang luar biasa bukan.

Dan yes, beginilah cara makan saya sepanjang 1 tahun tersebut. Saya hanya makan Tauge yang saat itu masih seharga 1000 rupiah (bisa jadi 4 porsi mini). Tempe seharga 1500 rupiah (bisa untuk 6x makan porsi mini). Tahu, kangkung dan beberapa bahan murah lainnya di pasar. Sementara sisanya membeli di Hero seperti saya sebutkan diatas : Daging / seafood yang sudah tidak segar dan makanan instan diskonan. Dannn, saya ngga pernah bermasalah dengan kesehatan loh selama 1 tahun itu. Sehaaattt. Mungkin karena ngga pernah jajan dan lebih banyak makan tahu tempe sayur kali ya hehehe.

tips-irit-temen-kantor

foto ma temen temen sebelum resign nih — oh kangeeennnnya

2. Masak sendiri, tidak beli di Warung

Beruntungnya saya karena mendapat partner ngirit yang piawai memasak, yaitu teman satu kost dan satu kantor yang sampai hari ini kami masih bersahabat. Tak enak menyebutkan nama lengkapnya, namun ia adalah orang yang hebat bagi saya, ya sebut saja namanya Aline. Ia cukup terkenal di dunia TV dan pernah mendapat beasiswa di VOA Amerika. Dalam pencapaiannya dari bukan siapa siapa menjadi sesiapa, ia tak pernah sombong atau pun berubah.

Yes, saya di tahun 2007 sama sekali tidak bisa memasak. Paling keren saya hanya bisa memasak mie instan, telur dadar dan memanaskan sarden atau menggoreng nugget. Dan selama 1 tahun itu, Aline lah yang memasak untuk kami berdua setiap hari. Ia menjadi chef dan saya menjadi asistennya yang mencuci semua bekas peralatan masak dan sesekali membantu mengiris bahan makanan.

tips-rice-cooker

yang penting punya rice cooker, beres. ngga punya lauk juga bisa makan nasi digaremin

Tak hanya lezat, ia piawai sekali mengakali hidangan. Misalnya tempe, meski tiap hari sumber protein kami adalah tempe, tapi saya tak pernah bosan. Karena jika hari ini ia membuat tempe tepung, besok membuat tempe biasa, besoknya lagi tempe bacem dan keesokannya lagi tempe kering dan seterus seterusnya berbeda beda.

Dan setahun yang luar biasa itu sangat berkesan sampai kini kami sudah menikah dan punya anak. Persahabatan yang dimulai dari kisah suka duka bersama, sungguh berhemat yang menyenangkan.

3. Cuci Mata tanpa Mencuci Dompet

Setiap orang butuh hiburan. Dan siapa bilang tak punya uang tak punya hiburan? Saya dan Aline adalah penggemar buku. Jadi, tiap ada info bazar gramedia, kami tak pernah absen untuk datang. Lumayan, buku yang tadinya 50ribu, bisa tiba tiba ada di rak diskon “Semua @5.ooo”.

Jika sedang tak ada bazar buku murah, maka kami jalan jalan ke Mall. Hanya modal ongkos naik angkot, sampailah kami di mall dan keliling saja mencari inspirasi dan membaca buku gratisan di Gramedia atau Gunung Agung hohoooo. Yakinlah, saya bisa loh dari siang sampai sore berdiri manis demi menyelesaikan sebuah novel. Kemudian jika perut sudah mulai lapar, pulang dan makan dikost xaxaxaxaa.

Oya dan terkadang diskon baju di mall itu lebih fantastis dari beli baju di pasar. So, jika sedang ada diskon besar, inilah saatnya saya dan Aline membeli sehelai dua helai baju.

4. Belilah Lauk di Warung Padang

Ini juga merupakan salah satu upaya saya mengirit. Kalau ke warung padang, saya sukanya dibungkus dan berpesan, “Mas kuahnya yang banyak ya” untuk menu gulai dan “Mas bumbunya yang banyak ya, pake kentangnya juga ya”, jika membeli rendang. Mengapa?

Karena kuah gulai tersebut akan saya simpan untuk makan selanjutnya. Yes, tinggal rebus telur dan jadilah telur bulat padang. Atau kadang saya beri udang jerbung dan jadilah gulai udang hahaha. Dan jika rendang, maka saya akan makan nasi dengan bumbu juga kentangnya saja. Dagingnya nanti untuk makan selanjutnya dan karena bumbunya banyak, maka daging tersebut bisa saya makan untuk 2x. Jadi total untuk seporsi rendang seharga 7000 rupiah saat itu, bisa untuk saya makan 3x.

5. Jangan lewatkan acara Nasi Kotakan di kantor

Kantorku lumayan baik, tiap subuh selalu ada makanan kotak yang dibagikan bagi mereka yang lembur. Namun seringnya makanan kotak ini ngga terjamah karena berbagai alasan. Dan biasanya nasi kotak sisa yang sudah lewat dari jam 6.30 pagi, boleh diambil siapa saja meski tidak lembur. So, saya pun selalu menjadi karyawan rajin yang selalu datang jam 6.30 hahahaa. Bukan apa apa, tapi tentunya demi sekotak nasi untuk sarapan. Lumayan banget, meski kadang isinya hanya lauk yang kurang memikat bagi beberapa orang, namun bagi saya itu adalah rasa surga.

tips-irit-caturguna

barang diskonan dan makan gratisan!!! ngga mungkin ku tolak

Dan bahkan kadang sampai jam 8 nasi kotak ada saja yang tak mau menyentuh dan ini artinya bisa untuk makan malam saya sekalian xaxaxaa. Kok makan malam? Karena saya sudah membawa untuk makan siang, jadi nasi kotak ini kadang juga saya bawa ke rumah untuk makan malam hahahaa. Meski ngga tiap hari bisa mendapatkan nasi kotak ini, namun saya tetap datang pagi demi sebuah peruntungan sekotak nasi hihi.

6. Mampir ke toko Jepang dimalam hari.

Swalayan Jepang biasanya menjual aneka sushi yang jika sudah lewat jam tertentu akan di diskon 25 – 75%!!! Inilah yang kadang saya lakukan ketika sudah pengen banget makan sushi. Yaitu sengaja datang malam malam ke swalayan Jepang dan membeli sushi diskonan yihaiiii.

7. Simpan Sambal Bekas Bungkus Lauk

Jika anda membeli Lauk diluar seperti ayam goreng, pecel lele dan lainnya yang dapat sambal bungkusan. Jangan dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk membuat nasi goreng. Lumayan ga usah cape ngulek dan beli cabai juga bawang yang mahal.

8. Bawa Bekal ke Kantor yang Membawa Hikmah

Karena tak memiliki uang lebih untuk jajan, maka nyaris tiap hari saya dan Aline membungkus makanan untuk makan siang. Agak sedikit malu karena biasanya teman kantor lainnya membawa makanan dari rumah karena makanan yang dibawa lebih enak dari jajanan di kantin kantor atau karena dimasakkan istrinya sehingga lebih terjamin kesehatannya daripada beli di kantin.

Namun bekal saya dan Aline hanyalah nasi segunung dengan 2 iris tempe tipis dengan 2 sendok tauge tumis atau dilain hari menunya tak jauh jauh seperti itu. Namun, ternyata tanpa saya tahu, bekal makanan saya menjadi perhatian Bos, yaitu Pimpinan Redaksi Global TV saat itu, Bu Siane Indriani. Dan sampai sekarang tentunya rasa terima kasih masih saya sematkan ke dia. Berkat dia, saya jadi menemukan jalan hidup saya sampai saat ini.

tips-irit-jakartaseru

Pengganjal lapar cukup Energen yang diseduh pakai air panas biar berasa kenyangnya

Suatu saat tiba tiba saya dipanggil ke ruangan dia dan, “Yun, coba kamu bikin konsep soal tayangan kuliner 30 menit. Dan kamu jadi hostnya”. “Apaaaa Bu???” jawab saya mau pingsan. “Ibu salah orang, jangankan masak bu, beda jahe sama lengkuas saja saya ngga tahu bu. Soal rasa juga saya bukan penganalisa bu, saya cuma tahu 3 jenis rasa, enak, sangat enak dan sangat buruk”, jelas saya dengan gugup.

Namun Bu Siane dengan tenang mengatakan, “Saya ngga butuh kamu tau soal bumbu atau rasa. Yang saya tahu, setiap kali kamu makan, meski cuma makan tempe tapi entah gimana saya jadi pengen ikut makan sama kamu. Caramu menikmati makanan buat saya akan cukup menjual jika dijadikan sebuah tayangan”. OMG!!! Jadi selama ini Bu Siane memperhatikan bekal makanan saya yang tak pernah jauh dari tempe dan 2 sendok sayuran xaxaxaxaa. Kenyataannya : jelas saja nikmat karena bisa makan tempe saja sudah suatu anugerah buat saya saat itu.

tips-irit-kost

kamar kost yang nyaman hihihi biar betah di kamar

Makasih Bu… dan berkat Ibu saya jadi naik kelas, dari sekedar reporter menjadi presenter. Dan gaji pun jadi ikut di upgrade. Plus keuntungan jangka panjangnya adalah berkat Bu Siane saya jadi tertantang untuk memiliki web sendiri dan inilah web saya sekarang : www.wisataseru.com dan www.jakartaseru.com yang tak hanya membuat saya mendapatkan banyak teman baru, menyalurkan hobi menulis, tapi juga mendapat penghasilan dari web ini.

So, gimana??? Semoga kisah pengiritan saya ini bermanfaat yah.

 

    1. Lastboy July 25, 2015
      • Administrator July 26, 2015
    2. andyhardiyanti July 25, 2015
      • Administrator July 26, 2015
    3. Hadi Prayitno July 25, 2015
      • Administrator July 26, 2015
    4. Lastboy July 25, 2015
      • Administrator July 26, 2015
    5. efri suralaga July 26, 2015
      • Administrator July 26, 2015
    6. Catatan Pikiran Random July 26, 2015
    7. Rice Ishmatuka July 26, 2015
      • Administrator July 27, 2015
    8. Ayu Husodo July 26, 2015
      • Administrator July 27, 2015
    9. Andriani Wiria July 26, 2015
      • Administrator July 27, 2015
    10. titantitin July 27, 2015
      • Administrator July 27, 2015
    11. anang April 8, 2016
    12. Akhmad Azhari July 27, 2016
      • Catur Guna July 28, 2016

    Add Your Comment