Dahsyatnya sebuah Dongeng dan Pelukan untuk Anak Pertama

8 bulan sejak melahirkan anak kedua adalah moment moment terpusing saya menghadapi anak pertama saya, Zara. Sebelum punya adik, ia adalah anak yang luar biasa penurut dan pintar. Tapi sejak lahir adiknya, tiba tiba dia jadi lebih banyak tingkah, iseng, sering terlihat sedih dan bahkan yang membuat saya nelangsa adalah jika tidur ia sering mimpi sampai menangis, bahkan pernah beberapa kali teriak, “Mamaaaaaa”.

Setelah adiknya, Kenzo, berusia 6 bulan, ia sudah jarang mimpi buruk tentang, “Mama pergi ninggalin Zara”, “Mama zara panggil panggil ga denger, terus mama hilang”. Tapi ia pun mulai sering berkata, “Mama cuma sayang kenzo”, “Mama sudah ngga sayang Zara”, “Zara nanti pergi sama Papa dan Kenzo, mama dirumah aja”, “Maunya sama papa”, “Mama jahat”, “Papa boleh minta kalau mama ga boleh”. Hiks, tiap zara bilang seperti itu, rasanya hatiku robeeeeekkk mau menangis. Sedih banget.

Pertanyaannya. Kenapa bisa begitu??? Kenapa Zara terus bermimpi buruk tentang saya sampai akhirnya benci saya.

Sebelum lahir Kenzo, saya dan zara begitu dekat dan bisa dikatakan 24 jam selalu bersama. Saya ngga mau kehilangan moment sedetik saja tanpa zara disamping saya. Zara pergi sama papanya sejam saja, rasanya saya mau menyusul, kangen banget sama zara. Zara mau ngapain juga saya manjakan, misal zara pengen makan sendiri, “Sini mama suapin, zara masih kecil, nanti saja kalau sudah besar makan sendiri”, “Sini mama sepatuin”, “Sini mama bajuin” dan pokoknya saya selalu ingin berbuat apapun buat Zara. Saya memperlakukan Zara seperti itu bahkan sampai saya hendak melahirkan sudah di rumah sakit.

chandra-angkutan sushi-matsu-jakarta

penvil-ahmei-canai zara-dan-mama

Dna begitu Kenzo lahir. Saya sudah sibuk sendiri dan Zara secara tiba tiba saya paksa untuk menjadi mandiri.  “Mandi sendiri ya sudah besar”, “Pakai baju sendiri, kan sudah besar”, “Ambil sendirilah minumnya, kan sudah besar”. Zara pun mulai cemburu tapi disimpan dalam hati. Ia tidak berani bilang tapi kelakuannya menjadi pemurung. Sorot matanya sangat berbeda. Teman teman saya tak begitu mengetahui perbedaannya, tapi saya sangat paham dengan sorot mata zara. Kelakuannya juga jadi caper banget, saya sampai sering marah sampai teriak saking stressnya.

Terkadang saya ingin meladeni zara seperti dulu. Tapi apa daya. Saya tak punya baby sitter maupun pembantu yang bisa dititipkan si kenzo. Saya pun masih harus bekerja dan juga mengurus rumah termasuk memasak dan lain sebagainya. Suami jarang dirumah, tak hanya bekerja tapi suami sering keluar kota. Saya rasanya ingin teriak. Teriak karena stress ga tau bagaimana caranya supaya Zara bisa kembali seperti dulu.

Warunk upnormal

eaton-zara

mps freshmart resto tb simatupang

 

aeon mall bsd city

Kami saat narsis di Aeon Mall BSD City

grand-zuri-kenzo

Saya ingin solusi. Sehingga akhirnya saya bertanya pada guru sekolah Zara. Bagaimana cara mengatasi masalah yang saya hadapi. Bu Guru Anggun dan Bu Guru Yana memberi nasihat, “Coba mah, sebelum tidur sempatkan memeluk sebentar saja dan dongengin dia”.

Dengan ragu ragu, saya pun mencoba. Kenapa ragu ragu?? karena selama ini pun sebelum tidur saya selalu doa dan menyanyi buat zara. Pikir saya, apa bedanya dengan dongeng??? Dan hmmm pelukan sebentar??? Bermanfaatkah??? Tapi karena putus asa, saya pun mencobanya. Saya peluk sebentar dan membiarkan kenzo menangis (Kenzo selalu nangis jika saya peluk Zara). Dan lalu setelah peluk peluk dan cium cium lalu ketawa ketawa sekitar 3 menit saja, saya bilang “kasian kenzo ya”. Lalu saya peluk kenzo dan saya mulai mendongeng.

Dongeng yang sangat ngasal. Dongeng tentang Putri dan Istana. Pokoknya semua versi kesukaan zara. Kesokan paginya zara bangun dengan sangat ceria, “Mamaaa tau ga tadi malam zara mimpi apa?”, “Apa ya?”, “Zara mimpi jadi putri maaaaa”. Sambil bahagia sekali. Saya senang sekali karena akhirnya melihat binar bahagia dimata Zara seperti yang dulu.

grand-zuri-restaurant

Malamnya saya dongengkan dan rutin selama sebulan saya terus dongeng dan peluk sebelum tidur. Hasilnya??? Sekarang Zara sudah tak pernah lagi tidur mimpi menangis. Ia pun ceria dan kembali menjadi anak yang penurut. Dan terpenting, dia tak lagi bilang “Mama jahat”. Sekarang dia bilang, “Mama boleh minta kok”, “Sekarang Zara sayang mama”, “Mama mau ikut?”. Ahhh Zaraaaa,… mama cinta banget sama kamu. Selain itu sekarang kalau saya peluk Zara, Kenzo sudah tidak marah lagi. Kenzo mungkin juga jadi belajar bahwa mamanya ini bukan cuma punya dia, tapi punya kakaknya, Zara juga.

Luar biasa dahsyatnya dongeng dan pelukan sebelum tidur. Makasih ya Bu Guru Anggun dan juga Bu Guru Yana. Dan karena zara sekarang sudah nurut dan ngga caper, saya pun jadi ngga marah marah lagi. Luar biasa. luar biasa dan luar biasa. Semoga Artikel ini bermanfaat buat Ibu Ibu yang tengah dilema menghadapi anak pertama ya.

    1. Hastira September 21, 2016
      • Catur Guna September 21, 2016
    2. Ihwan Keluarga Biru September 21, 2016
      • Catur Guna September 21, 2016
    3. De Pita September 22, 2016
      • Catur Guna September 24, 2016
    4. Bunda nando October 2, 2016
      • Catur Guna October 3, 2016
    5. novi October 3, 2016
      • Catur Guna October 3, 2016
    6. Dinda October 3, 2016
      • Catur Guna October 3, 2016

    Add Your Comment