3 Lokasi Wisata Ber ‘Sejarah’ di Jakarta

Buat yang kantoran libur di hari Sabtu, Jakartaseru seru punya tips berwisata seru, sarat pengetahuan dan budaya plus murah meriah bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Lokasi pertama adalah menuju ke Kuburan. Ups kuburan????!!!???

Jangan kaget dulu karena kuburan yang satu ini ngga ada jenasahnya. Malahan lokasi ini sering banget dijadikan lokasi shooting video klip dan fotografi. Bahkan ngga sedikit loh yang foto pre wedding di kuburan ini. See, kuburan kuburan kuno ini cantik banget bukan??? Selain cantik disini juga sarat akan pengetahuan sejarah. Karena salah satunya bisa bercerita tentang Soe Hok Gie, Presiden Ir Soekarno dan Wakilnya Bung Hatta.

taman-prasasti taman-prasasti-tanah-abang

Mereka tidak dimakamkan disini, namun peti mati Presiden pertama Indonesia dan Wakilnya tersebut ada disini. Pun Soe Hok Gie, ia tak dimakankan disini namun ada batu nisan untuk menghormatinya. Inilah mengapa saya sebut tidak ada jenasah.

Karena untuk makan makam Bule yang dulunya memang dimakamkan disini pun, semuanya sudah dipindahkan. Ini jugalah yang membuat kuburan ini namanya bukan lagi Taman Makam tapi Taman Prasasti. Karena disini hanya tinggal prasasti prasastinya saja.

Usai wisata ke kuburan, kami hendak menuju ke Kota Tua di Museum Fatahillah. Namun sebaiknya isi perut dulu donk. Kami pun mampir ke Sop Buntut Mangga Besar yang terkenal akan kelezatannya.

kota-tua-sop-buntut-mabes

Resto Buntut ini terletak sekitar 15 menit dari Kota Tua. Hmm lebih tepatnya tak jauh dari Glodok Harco. Masuk melalui jalan kecil disebelah gedung lindeteves (beruntung Agya berukuran mini sehingga bisa tetap lincah di jalanan yang tak luas). Dan sampailah kita ke resto buntut legendaries. Rasanya luar biasa lezatnya!!! Empuk dengan kuah yang hangat dibadan. Tak salah mampir kemari.

Kenyang dan kita lanjut menuju Kota Tua. Disini kemampuan parkir kita dipertaruhkan mengingat sabtu Taman ini ramah dan parkiran penuh. Syukurlah si Agya mudah untuk parkir. Loh kok Agya lagi sih hehehhee — balik balik.

Museum Fatahillah akan memberkan pada kita pengetahuan sejarah yang mencengangkan. Ngga percaya? Makanya jika kemari jangan asal masuk aja, tapi bayarlah Guide untuk menjelaskan tiap sudut yang ada di Museum. Apalagi disini kita juga bisa melihat dan merasakan langsung suasana gedung tersebut termasuk merindingnya saat masuk ke bagian penjara. Ada loh penjara yang tingginya hanya sepinggang.

Di penjara yang pendek tersebut, tahanan hanya bisa duduk dan tidur tanpa bisa berdiri. Dan ketika saya masuk kesana, Oh Tuhan suasana merindingnya itu bukan dapet lagi, tapi Ngeriiii!!! Oya buat yang suka tantangan lebih horor, kita bisa wisata malam disini loh. Sensasinya saya pastikan MENJERIT!!!

kota-tua

Usai belajar sejarah, dibagian luar gedung bisa berwisata sepeda sejenak. Dan ini sangat menyenangkan. Puas bermain sampai sore, tujuan selanjutnya adalah wisata budaya!!! Kita menuju ke Gedung Wayang Orang yang terletak di Senen Jakarta Pusat.

Begitu sampai, mobil mewah sudah berjajar rapi. Yuhuu mayoritas penonton Wayang Orang ini memang justru dari kalangan menengah atas. Bukan hanya mobil yang mahal mahal, tapi juga yang datang banyak ibu ibu berkebaya dengan kapala sanggul. Bapak bapak berjas atau minimal berbatik. Dan kata si penjaga tiket, mereka ini tiap datang ya seperti ini dandanannya. Dan rata rata semua adalah pelanggan tetap yang tiap malam minggu pasti kemari.

Saat saya tanya salah satu dari si om dan tante tersebut. Jawaban si tante “Wayang orang ini kan kisahnya berkelanjutan ya, jadi sudah pasti kami tiap sabtu datang untuk mengikuti kisahnya. Kalau kelewatan satu seri ga enak”. Sementara jawaban si om, “Wayang ini kan sarat dengan filosofi. Jadi saya ingin anak saya tumbuh dengan pesan pesan kehidupan dari pewayangan. Makanya saya selalu kesini lengkap bersama keluarga”.

Wow… kagum saya!!! Dan begitu masuk ke bagian dalam Gedung ini lebih kagum lagi. Gedungnya kereeen banget!!! Bangga banget bisa masuk ke sini. Perasaannya tuh beda banget sama masuk bioskop Premier seharga 120 ribu sekalipun.

catur guna jakarta seru di wayang bharata

Gedung Bharata Purwa di kawasan Senen Jakarta Pusat

wayang orang bharata di jakarta

Oya wayang orang ini menggunakan bahasa jawa halus. Tapi jangan kuatir diatasnya ada sinopsis dengan bahasa Indonesia. Jadi yang tidak bisa bahasa jawa tetap bisa mengikuti ceritanya.

Ahaaa… sambil nonton wayang atau dalam bahasa jawa disebut ketoprak ini, kita sekaligus bisa menyantap Ketoprak, makanan khas Jakarta. Sebagai info, ketoprak Pak Agus ini rasanya enak sekali!!! Dengan menggunakan saus dari kacang Tuban, menurut saya inilah ketoprak paling enak yang pernah saya makan di Jakarta.

Serunya lagi ketopraknya bisa dimakan di dalam loh. Jadi lupakan pop corn, disini kita makan ketoprak sambil nonton ketoprak.

————

Nama Tempat : Museum Taman Prasasti
Alamat : Jl. Tanah Abang I no 1 Jakarta Pusat
No Telp : 021 385 4060
Harga Tiket : 2.ooo IDR (dewasa) – 1.ooo (mahasiswa) – 5.oo IDR (anak-anak)
Libur : senin dan hari nasional tutup
Buka : 09.00 – 15.00

Alamat : Sop Buntut Mangga Besar
Jl. Mangga Besar I no 49
Jakarta Barat (Kota)
telp 021 6291384

Museum Fatahillah
Kota – dekat stasiun Kota Jakarta Pusat
Museum Fatahillah dibuka untuk pengunjung, yaitu :
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 03.00 WIB setiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 01.30 WIB setiap hari Jum’at
Buka dari jam 09.00 WIB s/d 01.00 WIB setiap hari Sabtu
Pada hari Senin dan Hari Besar, museum ditutup untuk umum.

Nama Gedung : Gedung Bharata Purwa
Alamat : Jl. Kalilio No. 15, Senen, Jakarta Pusat
Telephone : 0856 1211842 (Pak Yunus)
021 9889 6844 (Bu Endang).
Harga Tiket : Rp. 25.000 kelas Balcony
Rp. 50.000 kelas VIP

Alamat Ketoprak Pak Agus
Samping gedung Bharata Purwa persis

  • Add Your Comment