1 x 1,5 meter to say ” Terima Kasih Mass Market “

Judulnya euy, bahasa campur baur. Tapi Lewat judul tersebut saya ingin mengucapkan Terima Kasih Mass Market yang sebesar besarnya. Karena keberadaan mereka sangat berarti bagi banyak orang, termasuk saya, keluarga JakartaSeru. Dan inilah kira kira sekelumit kisah kami.

TERIMA KASIH MASS MARKET

Di Jakarta, meski Mini market bertebaran di sepanjang jalan, tapi keberadaan kios kios serba ada jumlahnya juga ratusan bahkan ribuan loh. Mereka punya segmennya sendiri. Jika Mini Market umumnya buka di jalan jalan besar, nah kios kios serba ada ( mass market ) biasanya di dalam kampung.

Keberadaan mereka tak bisa disepelekan. Meski nyaris tiap berapa puluh meter ada kios yang sama, tapi semua laris dan punya pelanggan masing masing, yaitu tentunya tetangga mereka. Terutama untuk kebutuhan Gas dan Air Mineral.

Berhubungan dengan judul : Kenapa 1 x 1,5 meter??? Yup itulah ukuran warung yang berada sekitar 15 meter dari rumah kami. Terlalu kecil untuk dibilang sederhana. Tapi, isi nya sangat beragam dan lengkap. Entah bagaimana dia menyusunnya, tapi yang jelas nyaris kebutuhan rumah tangga dadakan yang kucari, ada disana. Mulai dari gula, tepung, saus, telur, tali rafia, kopi, teh, gula jawa, cutter, shampo, pembalut, bahkan yang terpenting adalah Air Mineral dan Elpiji. Lengkap. Bahkan warung sekecil itu, masih juga dijadikan kamar tidur bagi anaknya yang masih batita untuk tidur siang looohh.

Terima kasih mass market

Disepanjang jalan ini aja dalam radius 100 meter ada 5 kios dengan jualan seperti ini

Terima kasih mass market

Jika terlihat kaki sedang terbaring, kemungkinan besar sang Ibu sedang menidurkan / menyusui anaknya yang baru umur 1 tahun

Yes, penjualnya adalah Seorang Ibu dengan satu anak remaja dan batita yang baru bisa berjalan. Wow !!! Kebayang hebatnya Ibu ini. Meski ngga ada yang bantu, ia secara konsisten buka setiap hari senin – sabtu dari pagi sampai malam. Di hari harinya, Ia menyusui dan menidur siangkan anaknya di warung 1,5 x 1 meter yang penuh sesak itu tiap harinya. Saat ada pembeli langsung dia cabut susu dari mulut anaknya dan membetulkan baju kemudian nanti lanjut menyusui lagi ketika pelanggan pergi. Begitulah keadaannya.

Tapi lebih hebatnya lagi, ditengah kesibukannya mengurus remaja dan batita plus warung tersebut, ia masih memberikan fasilitas layan antar elpiji dan air mineral !!! Tak hanya mengantar bahkan ia selalu memasangkan sekalian elpiji dirumah. Karena saya tidak bisa memasang elpiji sendiri. Bahkan sekali waktu kepala elpiji rusak, ia menawarkan diri untuk membelikan dan kemudian memasangkan. Warungnya??? Ia titipkan pada anaknya yang masih remaja (kelas 2 SD) yang masih belum tau benar harga harga barang. Bahkan jika anaknya masih sekolah, warungnya ditinggal begitu saja tanpa di jaga. Kenapa? Semua demi kepuasan pelanggan terdekatnya dan kebaikkan hatinya yang selalu ingin menolong orang. Hebaaattt!!!

Inilah mengapa saya sangat ingin berterima kasih pada para pelaku Mass Market. Karena mereka telah menyelamatkan hari hariku. Ga kebayang kalau ga ada mereka, terutama si Ibu, sebut saja Ibu Penolongku.

Ini sepenggal kisah bersama Mass Market

  • Add Your Comment